
Samarinda – Meski tahun anggaran 2025 hampir berakhir, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) tetap intens mengakselerasi pelaksanaan berbagai agenda pembinaan kepemudaan. Seluruh program strategis yang telah dirancang sejak awal tahun tetap dijalankan tanpa hambatan.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menyampaikan bahwa pihaknya tak ingin momentum pembinaan generasi muda hanya menjadi formalitas. Menurutnya, meski waktu pelaksanaan semakin sempit, setiap kegiatan harus tetap terealisasi secara maksimal.
“Prinsip kami jelas, semua program harus dijalankan sesuai target, baik yang menyasar organisasi kepemudaan maupun yang menumbuhkan semangat kewirausahaan pemuda,” ungkapnya, Senin (26/5/2025)
Ia menambahkan bahwa laporan berkala kepada pimpinan daerah menjadi bentuk transparansi sekaligus evaluasi atas capaian yang sudah berjalan.
Dalam pelaksanaannya, dua fokus utama terus digenjot: penguatan organisasi kepemudaan dan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis pemuda.
“Program ini tidak hanya sebatas pelatihan atau seminar. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya agar anak muda bisa tampil aktif, punya kesempatan aktualisasi diri, dan terlibat dalam pembangunan,” terang Agus.
Dispora menilai, peningkatan kapasitas pemuda bukan sekadar meningkatkan pengetahuan pribadi, tetapi juga membuka potensi terciptanya peluang usaha dan kontribusi sosial.
Karena itu, pelibatan pemuda dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim menjadi kunci keberhasilan program.
Lebih lanjut, Agus menyebutkan bahwa strategi kolaboratif menjadi pendekatan yang diutamakan dalam pelaksanaan program. Dengan menggandeng berbagai elemen—baik pemerintah daerah, komunitas, hingga sektor swasta—Dispora Kaltim berupaya menciptakan ekosistem kepemudaan yang lebih dinamis dan inklusif.
“Kami ingin generasi muda Kaltim siap bersaing, mampu membaca peluang, dan menjadi penggerak perubahan ke depan. Momentum ini akan jadi fondasi penting,” tutupnya. (Adv)