Samarinda — Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menghadapi tantangan serius dalam hal regenerasi atlet jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat tahun 2028.
Kekhawatiran akan berkurangnya jumlah atlet muda berpotensi mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mengambil langkah strategis yang terstruktur dan menyeluruh.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menegaskan bahwa situasi ini menjadi momentum bagi daerah untuk melakukan pembinaan sejak dini dengan pendekatan yang lebih terorganisir.
Ia menyebutkan, regenerasi atlet merupakan kunci utama agar Kaltim bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi di ajang olahraga nasional.
“Ini adalah masa kritis bagi pembinaan atlet kita. Oleh karena itu, kami memfokuskan program pembibitan sejak usia muda, agar dapat memastikan kesinambungan regenerasi untuk PON 2028 dan seterusnya,” ujar Agus, Senin (30/6/2025).
Untuk mewujudkan hal tersebut, Dispora Kaltim mengimplementasikan dua model pembinaan: sentralisasi dan desentralisasi. Sistem sentralisasi dilakukan melalui program Sarana Prestasi Olahraga Berbakat Daerah (SPOPDA), yang menyediakan fasilitas lengkap termasuk pendidikan, asrama, dan konsumsi secara gratis untuk atlet muda berbakat.
“Program ini memberikan atlet kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung secara penuh, dari sekolah sampai pelatihan intensif,” tutur Agus.
Di samping itu, Dispora juga mendukung model desentralisasi yang lebih fleksibel dan berorientasi pada cabang olahraga berbasis industri, seperti sepak bola.
Melalui kerja sama dengan induk organisasi olahraga, seperti Asprov PSSI, pembinaan dilakukan dengan pola yang menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Agus juga menegaskan bahwa upaya pembentukan akademi cabang olahraga unggulan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang, sesuai arahan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Target ambisius ditempatkan pada kontingen Kaltim untuk dapat menembus posisi tiga besar di PON 2028.
“Kami berkomitmen memperkuat fondasi prestasi melalui akademi cabang olahraga, dan ini sudah menjadi fokus utama setelah arahan langsung dari Gubernur,” jelas Agus.
Dengan menggabungkan dua pendekatan pembinaan tersebut, Dispora Kaltim optimistis dapat menjawab tantangan regenerasi atlet dan mengembalikan kejayaan olahraga Benua Etam di panggung nasional. (ADV)


