Dispora Kaltim Tegaskan Komitmen Ciptakan Ruang Olahraga Bebas Kendaraan di Stadion Sempaja

Samarinda — Isu keamanan dan kenyamanan ruang publik olahraga kembali menjadi sorotan di Kalimantan Timur (Kaltim). Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menyatakan komitmennya untuk mempertegas fungsi kawasan Stadion Gelora Kadrie Oening sebagai ruang publik yang bersih, aman, dan ramah bagi pengguna.

Salah satu langkah penting dalam upaya ini adalah penerapan larangan total terhadap kendaraan bermotor di jalur lingkar stadion, termasuk mobil pegawai dan tamu instansi.

Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang olahraga yang benar-benar steril dari potensi gangguan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat berolahraga tanpa khawatir soal lalu lintas kendaraan. Jalur lingkar stadion adalah ruang bersama yang harus dijaga dari potensi risiko,” ujar Junaidi, Kepala UPTD Dispora Kaltim, saat ditemui di Samarinda, Sabtu (21/6/2025).

Menurutnya, larangan ini bukan semata-mata penertiban teknis, tetapi bagian dari visi besar untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kawasan olahraga harus difungsikan sesuai peruntukannya.

Terlebih, jalur lingkar stadion telah lama menjadi favorit warga untuk jogging, bersepeda, hingga latihan fisik rutin.

“Kehadiran kendaraan bermotor jelas mengganggu, bahkan membahayakan. Kami tidak ingin tempat yang seharusnya menjadi ruang sehat justru menimbulkan kekhawatiran,” tegasnya.

Junaidi menambahkan bahwa instruksi ini juga berlaku menyeluruh, tanpa pengecualian bagi pegawai Dispora sendiri. Hanya dalam kondisi tertentu seperti keperluan logistik besar atau kedaruratan, kendaraan bisa diberikan izin melintas.

“Kami ingin memberikan contoh yang baik sebagai pengelola kawasan olahraga. Kalau kita saja tidak tertib, bagaimana masyarakat mau ikut tertib?” lanjutnya.

Lebih dari sekadar penegakan aturan, Junaidi menekankan bahwa kebijakan ini mencerminkan cara pandang baru dalam pengelolaan fasilitas publik—bahwa kenyamanan dan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Kami mengajak semua pihak untuk mendukung ini, karena ruang publik adalah milik bersama. Kalau kita jaga bersama, manfaatnya juga kembali ke kita semua,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Most Popular