Dispora Kaltim Tegaskan Pembagian Kewenangan Pelatihan Sesuai Fungsi dan Bidang

Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) memastikan bahwa pengelolaan pelatihan berbagai cabang olahraga telah dibagi sesuai fungsi dan peran masing-masing bidang.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan persepsi publik mengenai pihak yang berwenang menyelenggarakan pelatihan di wilayah provinsi maupun tingkat kabupaten dan kota.

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menyebutkan bahwa pembagian tersebut telah ditentukan secara internal berdasarkan fokus masing-masing bidang.

“Domain pelatihan olahraga tradisional berada di bidang kami, sementara untuk pelatihan olahraga prestasi itu ada di bidang peningkatan prestasi olahraga,” ujar Thomas saat diwawancarai, Senin (07/07/2025).

Menurutnya, meskipun terbagi menurut jenis olahraga, seluruh kegiatan tetap berada dalam pengawasan dan koordinasi Dispora, baik di provinsi maupun daerah.

Ia menyebut bahwa di tingkat kabupaten dan kota, Dispora setempat memiliki tanggung jawab yang serupa, dengan kemungkinan pelatihan juga dilakukan oleh organisasi olahraga secara mandiri.

“Di tingkat provinsi, itu masuk lingkup Dispora Kaltim. Kalau di kabupaten/kota, pelatihan dikelola oleh Dispora setempat. Tapi tidak menutup kemungkinan organisasi-organisasi juga bisa mengadakan pelatihan secara mandiri,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa lembaga seperti KONI berperan dalam menyelenggarakan pelatihan dengan menggunakan dana hibah dari pemerintah. Meski dikelola langsung oleh KONI, proses verifikasi tetap melalui mekanisme yang ada di Dispora.

“KONI bisa mengadakan pelatihan yang dananya sudah dialokasikan melalui mekanisme hibah dari pemerintah. Jadi anggaran itu dikelola oleh KONI, tapi proses verifikasinya tetap melalui Dispora,” terangnya.

Thomas menyebut, dalam kemitraan tersebut, Dispora tetap menjadi pemegang kendali sebagai institusi utama yang mengatur arah pelatihan maupun penggunaan anggaran.

“Antara Dispora dan KONI memang mitra, tapi posisi Dispora adalah sebagai pemimpin atau leader. Jadi anggaran dari kami ada dua jenis; ada anggaran murni untuk kegiatan Dispora, dan ada juga anggaran hibah yang hanya melalui kami untuk kemudian disalurkan ke organisasi,” katanya.

Selain KONI, beberapa organisasi lain juga menerima alokasi anggaran dari pemerintah untuk mengelola pelatihan yang sesuai dengan cabang olahraga masing-masing.

“Tahun ini ada sekitar tujuh organisasi yang menerima anggaran dari pemerintah. Selain KONI, ada juga KORMI, NPC, BAPOMI, BAPOPSI, dan beberapa lainnya. Mereka mengelola sendiri kegiatan pelatihannya masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sasaran dan pemanfaatan dana pelatihan harus sejalan dengan karakteristik cabang olahraga yang dibina oleh masing-masing lembaga.

“Kalau pelatihannya untuk peningkatan prestasi, ya itu ranahnya KONI. Tapi kalau untuk olahraga tradisional atau rekreasi, itu arah anggarannya ke KORMI,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Most Popular