Foto : Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading
Samarinda – Desentralisasi pembinaan olahraga dinilai menjadi kunci dalam memperkuat fondasi atletik di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mendorong agar pengurus cabang olahraga (pengcab) di tingkat kabupaten dan kota tidak sekadar menunggu program dari provinsi, tetapi juga mampu menggerakkan inisiatif di wilayahnya masing-masing.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan bahwa kemandirian daerah dalam menyelenggarakan kejuaraan lokal merupakan salah satu langkah nyata untuk menemukan dan membina bibit unggul dari level terbawah.
“Kejuaran tingkat kabupaten dan kota sangat penting sebagai ajang seleksi awal sekaligus pembinaan berkelanjutan. Tidak semua kegiatan, menurutnya, harus bergantung pada anggaran atau program provinsi,” ujarnya, Selasa (1/7/25).
Rasman juga menyoroti masih minimnya kompetisi lokal yang konsisten digelar. Hal itu berdampak pada terbatasnya ruang bagi atlet daerah untuk berkembang.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pengcab untuk lebih inovatif dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan pemangku kepentingan lainnya bisa menjadi alternatif sumber daya, termasuk melalui program tanggung jawab sosial (CSR),” katanya.
Selain itu, Rasman mengingatkan bahwa olahraga bukanlah ruang yang hanya diukur dari sisi keuntungan semata, melainkan arena pengembangan manusia yang membutuhkan proses panjang dan dukungan terus-menerus dari akar rumput.
Kemandirian daerah, katanya, merupakan fondasi penting dalam membangun sistem olahraga yang berdaya saing tinggi.
“Jika masing-masing wilayah mampu membentuk ekosistem pembinaan sendiri secara berkelanjutan, maka Kaltim diyakini tidak akan kekurangan talenta untuk tampil di panggung nasional maupun internasional,” pungkasnya.(ADV)


