Samarinda – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kesuma, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah fokus menjalankan Program Pembinaan Atlet (PPA) dengan pendekatan berbasis sports science untuk meningkatkan kesiapan atlet Kaltim secara menyeluruh.
Program tersebut mengandalkan penggunaan teknologi informasi dalam seluruh proses pelatihan, pengukuran, dan evaluasi. Dispora menargetkan program ini rampung secara penuh pada tahun 2027 sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka menengah.
“PPA itu merupakan program pembinaan atlet. Dalam hal ini, kita menggunakan pendekatan sports science, di mana seluruh perangkat yang digunakan berbasis teknologi informasi,” ujar Agus, Senin (1/7/25).
Ia menuturkan bahwa sistem ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga melibatkan data dan analisis untuk membantu atlet mempersiapkan diri secara optimal sebelum mengikuti kompetisi.
Sebagai bagian dari pengembangan ke depan, Dispora Kaltim juga akan melibatkan perguruan tinggi dan para pengamat olahraga untuk mendukung proses pembinaan secara ilmiah dan berkelanjutan.
“Kita akan mengusulkan beberapa hal, termasuk melibatkan perguruan tinggi serta teman-teman pengamat olahraga,” jelasnya.
Agus menambahkan, hingga saat ini, arah pembinaan mulai menunjukkan pergeseran yang signifikan. Kaltim kini lebih fokus pada pengembangan cabang olahraga unggulan, dengan memangkas jumlah cabor yang diikuti sebelumnya.
“Terlihat dari adanya pengurangan cabor yang diikuti, dan kita sekarang mulai fokus pada cabor andalan dan unggulan,” ucapnya.
Namun, ia mengakui bahwa peningkatan kualitas atlet belum sepenuhnya berbanding lurus dengan capaian prestasi, khususnya dalam hal perolehan medali emas.
“Secara garis besar memang ada peningkatan. Namun, peningkatan itu belum berbanding lurus dengan perolehan medali, khususnya medali emas. Artinya, kita masih perlu upaya peningkatan yang lebih serius dan terarah,” pungkasnya.(ADV)


