Dispora Kukar Gelar Pelatihan Character Building Cabor Hapkido

KUKAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pelatihan character buildding bagi atlet cabang olahraga (cabor) Hapkido Kukar, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Grand Fatma, Tenggarong, berlangsung hingga 20/10/2026 diikuti 35 peserta sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan atlet Hapkido dalam mencapai target prestasi yang telah ditetapkan.

Menurutnya, Hapkido memiliki target tinggi dalam kejuaraan yang akan diikuti, yakni meraih gelar juara umum pada multievent tahun ini.

“Mencari juara umum di multievent kita tahun ini,” ujar Aji Ali.

Ia menjelaskan, Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang masih tergolong baru. Karena itu, atlet tidak hanya dituntut menguasai teknik dan kemampuan fisik, tetapi juga memiliki kesiapan mental saat bertanding.

Aji Ali menilai, karakter dan kemampuan individu menjadi faktor penting dalam olahraga bela diri. Kepercayaan diri serta semangat bertanding perlu dibangun agar atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di arena pertandingan.

“Kalau bela diri ini berbeda dengan cabor-cabor yang lain. Kemampuan pribadi atau individual sangat diperlukan sehingga ini juga menjadi salah satu prioritas,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan serupa idealnya dapat diberikan kepada seluruh cabang olahraga di Kukar. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat Dispora harus menentukan sejumlah cabor yang menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Makanya kita hanya mengadakan pelatihan untuk beberapa cabor saja. Kemarin kita sudah melaksanakan pelatihan silat dan dalam waktu dekat akan melaksanakan pelatihan wasit bulu tangkis,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Aji Ali juga mengingatkan para peserta agar mengikuti setiap materi dengan serius, tekun, dan penuh semangat.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi atlet untuk menghadapi persaingan sekaligus meningkatkan peluang meraih prestasi.

Menurutnya, kemampuan fisik dan penguasaan teknik saja belum cukup untuk menjamin kemenangan. Atlet juga harus memiliki mental yang kuat, terutama dalam menjaga kepercayaan diri ketika menghadapi lawan.

“Fisik boleh sudah ditempa, teknik boleh diterapkan. Tapi kalau mental diri mereka, minimal semangat bertanding dan percaya diri, itu harus jadi modal utama. Ini bisa terwujud kalau pelatihan ini mereka ikuti dengan baik,” tutupnya. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular