![]()
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memastikan program dana hibah yang disalurkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tidak berhenti pada seremonial bantuan semata. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa setiap rupiah dari kas daerah harus menghadirkan dampak nyata di lapangan.
Dalam kegiatan Sosialisasi Pertanggungjawaban Dana Hibah 2025 di Bukit Pelangi, Sangatta, Mahyunadi menyatakan bahwa pemerintah mengharapkan efek domino positif dari dana hibah agar membawa dampak keberlanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, hibah adalah bentuk investasi sosial untuk memperkuat sektor pendidikan, olahraga, kepemudaan, dan keagamaan. Di Kutim organisasi penerima dana hibah pemerintah termasuk STAIS (Sekolah Tinggi Agama Islam), STIPER (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian), KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), dan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia). Mahyunadi berharap organisasi penerima mampu memanfaatkan dana hibah secara produktif.
Mahyunadi mencontohkan, dukungan kepada KONI mampu memacu prestasi atlet Kutim menuju Pra Porprov dan Porprov 2026. Sementara KNPI diharapkan aktif menciptakan program kepemudaan yang adaptif dan berdaya saing.
“Pemuda jangan hanya menunggu peluang datang. Harus kreatif, inovatif, dan berani berpikir berbeda,” ujarnya.
Selain menyoroti produktivitas, Mahyunadi menekankan pentingnya pertanggungjawaban administrasi yang sesuai aturan. Laporan penggunaan dana wajib disusun secara sistematis dan diverifikasi oleh bagian keuangan daerah. Hal ini demi memastikan hibah tidak disalahgunakan atau tumpang tindih.
Plt Kabag Kesra Setkab Kutim Nurcholis menambahkan, pelatihan penyusunan laporan pertanggungjawaban menjadi bagian penting dari tata kelola hibah. “Masih banyak lembaga yang belum paham teknis pelaporan. Sosialisasi ini untuk menghindari kesalahan administratif,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/KN)


