Dorong Inovasi Daerah, Brida Kutim Gandeng Perguruan Tinggi dan Masyarakat Luas

Loading

SANGATTA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kutai Timur (Kutim) memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan masyarakat luas dalam mendorong inovasi daerah melalui penyelenggaraan Sanga Belida atau Belomba Inovasi Daerah Tahun 2025.

Kegiatan tahunan ini menjadi wadah untuk menjaring ide dan praktik inovatif dari perangkat daerah, kecamatan, serta masyarakat umum. Brida Kutim melibatkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara (STIENUS) Sangatta, Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur (STIPER Kutim), dan SMKN 2 Kutim sebagai tim juri, guna memastikan penilaian berbasis kompetensi dan kebutuhan masyarakat.

Edi Supriyanto, Analis Pemanfaatan IPTEK di Brida, mewakili Kepala Brida Juliansyah, menyatakan kolaborasi ini penting untuk meningkatkan indeks inovasi daerah yang sebelumnya masih rendah. “Dengan melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat, kami berharap muncul lebih banyak inovasi yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” ujarnya.

Bagus Rai Wibowo, peneliti Brida, menambahkan, fokus lomba tahun ini adalah inovasi pelayanan publik, baik digital maupun non-digital. Peserta mengembangkan inovasi dalam tiga kategori: tata kelola, pelayanan publik, dan penerapan teknologi, yang diharapkan meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas layanan masyarakat.

Dua tahun lalu, Kutim masuk kategori “kurang inovatif”. Kini, berkat kolaborasi dan penjaringan inovasi yang dilakukan Brida, Kutim berhasil naik menjadi “kabupaten inovatif” dengan nilai 48,88. Brida optimistis kerja sama berkelanjutan dengan perguruan tinggi dan masyarakat dapat mendorong Kutim mencapai kategori “sangat inovatif” di masa mendatang.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Brida menegaskan semangat inovasi tidak boleh berhenti. Sanga Belida diharapkan menumbuhkan budaya inovasi di seluruh lini pemerintahan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat posisi Kutim sebagai daerah mandiri dan berdaya saing. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Berita Terkait

Most Popular