KALTIMNUSANTARA.COM- Dewan Perwakilan Rakyar Daerah Kota Bontang meminta dinas PUPRK menyelesaikan pembangunan turap di Kelurahan Api-Api.
Penyelesaian itu dinilai penting karena sebagai langkah antisipasi penanganan banjir saat sungai meluap. Apalagi, masyarakat di sekitaran Jalan Imam Bonjol sudah begitu resah dengan bencana banjir.
Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan, infornasinya kontraktor pngerjaan sudah diberikan adendum. Apalagi, proyek itu sudah mulai dikerjakan sejak 2022 lalu.
Permintaan tersebut disampaikan setelah rombongan Pansus melaksanakan sidak dikawasan pembangunan turap, Jalan Imam Bonjol, Api-Api, Bontang Utara, pada Sabtu (8/4/2023) lalu.
“Kami mendapati belum terselesaikan pembangunan turap atau belum rampung 100 persen. Padahal, perpanjangan kontrak telah dilakukan sebanyak dua kali,” kata Akir Tosina.
Dari hasil sidak, rombongan Pansus LKPJ juga mendapati hanya ada dua orang pekerja yang terlihat di sana. Hal itu membuktikan Pemkot tidak terlalubserius mengawasi pengerjaan turap tersebut.
Menurutnya, dengan jumlah pekerja yang kurang itu membuat pekerjaan terkesan lamban.
Padahal pekerjaan ini seharusnya rampung pada 25 Desember lalu. Namun, pihak kontraktor meminta perpanjangan kontrak hingga 2023.
“Mana bisa efektif kalau hanya dikerjakan oleh dua orang. Seharusnya ada evaluasi dan jumlah tenaga kerja ditambah,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Usman menuturkan, pihak kontraktor telah diberikan kesempatan atau perpanjangan kontrak, karena bencana banjir dikawasan tersebut.
Adapun perpanjangan kontrak telah dilakukan sebanyak dua kali. Pertama perpanjangan selama 50 hari dan perpanjangan kedua selama 30 hari.
Perpanjangan kontrak ini telah berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) yang berlaku.
“Jadi, mereka tak dapat melaksanakan pekerjaan selama 1 bulan karena bencana tersebut, maka kami berikan perpanjangan kontrak,” ucapnya.
Ia mengatakan, akan terus memantau dan mengingatkan pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan yang tinggal beberapa meter saja.
“Kami minta mereka segera menyelesaikan sumber masalahnya, agar banjir tak melanda dikawasan itu,” tandasnya. (Akbar/Adv/DPRD)


