Home Advedtorial Dukung Karyawan Perempuan di Sektor Tambang, Ardiansyah Tekankan Pentingnya TPA Representatif

Dukung Karyawan Perempuan di Sektor Tambang, Ardiansyah Tekankan Pentingnya TPA Representatif

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya penyediaan Tempat Penitipan Anak (TPA) yang layak dan representatif di lingkungan perusahaan tambang untuk mendukung karyawan perempuan. Penekanan ini ia sampaikan pada peringatan 20 tahun Persatuan Istri Karyawan PAMA (PIKP) Kutim di Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

Ardiansyah menilai fasilitas TPA bukan sekadar pelengkap, tetapi kebutuhan dasar bagi ibu bekerja, terutama di sektor pertambangan yang memiliki jam kerja panjang dan kondisi kerja yang menuntut fokus tinggi. “Kalau ibu bekerja dengan tenang dan anak senang berada di tempat yang aman dan nyaman, maka produktivitas juga akan meningkat,” ujarnya di hadapan ratusan anggota PIKP, jajaran manajemen PAMA, dan tokoh masyarakat yang hadir.

Sebagai Duta Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Ardiansyah menekankan bahwa peningkatan kualitas fasilitas pendukung keluarga harus menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Ia menyebut, keberadaan TPA representatif akan memberikan ruang aman bagi anak dan memberikan ketenangan psikologis bagi para ibu yang bekerja di sektor industri berat.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager PT Pamapersada Nusantara site KPCS, Yudhi Mustari, turut mengapresiasi peran PIKP selama dua dekade terakhir. Menurutnya, organisasi tersebut telah menjadi fondasi moral bagi perusahaan. “PIKP memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung para karyawan agar bisa bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” ucapnya.

Acara peringatan dua dekade PIKP Kutim berlangsung hangat dengan rangkaian potong tumpeng, doa bersama, dan sesi foto. Selain itu, digelar pula talkshow bertema Peran Istri dalam Menunjang Kesehatan Mental Suami di Lingkungan Kerja Pertambangan. Narasumber profesional memaparkan pentingnya aspek emosional dalam keluarga pekerja tambang yang menghadapi tekanan kerja tinggi.

Ardiansyah dalam sambutannya juga menegaskan bahwa peran istri tidak hanya sebatas pendamping, melainkan penopang utama semangat karyawan. “Dukungan istri sangat berpengaruh terhadap semangat dan produktivitas suami. Ibu-ibu PIKP telah menjadi bagian penting dalam keberhasilan para karyawan,” katanya. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Exit mobile version