SAMARINDA – Festival Olahraga Tradisional Kaltim yang berlangsung pada 2-3 November 2024 di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur berhasil menyatukan masyarakat dalam semangat pelestarian budaya lokal dan kebersamaan.
Diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim bekerja sama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), acara ini bertujuan untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional yang mulai terlupakan, sekaligus mempererat ikatan sosial antarwarga.
Menurut Sulaiman, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, festival ini lebih dari sekadar ajang kompetisi olahraga.
“Kami ingin masyarakat Kaltim tidak hanya mengenal olahraga tradisional, tetapi juga merasa bangga dan menghargai warisan budaya ini,” ungkap Sulaiman.
Festival ini dirancang untuk menggali potensi budaya lokal yang kaya, terutama di kalangan generasi muda, agar mereka lebih mencintai dan merawat kekayaan budaya daerah.
Selain menampilkan berbagai olahraga tradisional, festival ini juga dimeriahkan dengan pentas seni, pameran UMKM, serta bazar yang memperkenalkan produk-produk lokal.
Menurut Sulaiman, kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai aspek budaya sekaligus mendukung perekonomian kreatif di daerah.
“Festival ini adalah cara kami untuk memperkenalkan dan mengingatkan masyarakat tentang kekayaan budaya lokal kita,” tambahnya.
Lebih jauh, Sulaiman menjelaskan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai yang lebih dalam dibandingkan olahraga modern, terutama dalam membangun kebersamaan dan kerjasama antarwarga.
“Olahraga tradisional mengajarkan kita tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan, yang sangat penting untuk kita pertahankan dalam kehidupan sosial,” katanya.
Dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, festival ini juga diharapkan dapat mempererat persaudaraan antarwarga.
Sulaiman berharap, melalui kolaborasi dengan KORMI, festival ini akan menjadi daya tarik bagi anak muda untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pelestarian budaya dan menjaga kesehatan tubuh melalui olahraga tradisional.
Festival Olahraga Tradisional Kaltim ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Dengan semangat kebersamaan, festival ini berhasil mempererat hubungan sosial antar warga dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas khas Kalimantan Timur.(adv).


