
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mendorong transformasi pelayanan publik dengan menghadirkan terobosan baru di sektor olahraga. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, GOR Kadrie Oening di kawasan Sempaja diproyeksikan menjadi sarana olahraga pertama di provinsi ini yang beroperasi tanpa batas waktu, terbuka selama 24 jam penuh bagi masyarakat.
Inisiatif ini dirancang sebagai jawaban atas semakin beragamnya pola hidup masyarakat urban yang kini cenderung aktif di luar jam konvensional, termasuk dalam hal berolahraga.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, mengatakan bahwa perluasan waktu operasional bukan hanya soal teknis, tapi juga bagian dari strategi pelayanan adaptif.
“Untuk mendukung layanan penuh waktu, kami akan menyesuaikan struktur tenaga kerja. Sistem sif akan diberlakukan agar seluruh operasional dapat berjalan optimal sepanjang hari,” terang Agus, Minggu (18/5/2025).
Rencana ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas publik yang selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat modern—di mana olahraga bukan lagi kegiatan terbatas waktu, melainkan bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Warga kini lebih fleksibel dalam memilih waktu untuk beraktivitas fisik. Karena itu, kehadiran sarana olahraga yang siap digunakan kapan saja merupakan langkah yang logis dan perlu,” ujarnya.
Saat ini, area kebugaran di sekitar lapangan sepak bola GOR Kadrie Oening masih beroperasi dari pagi hingga sore hari, yakni pukul 06.00 sampai 18.00 Wita.
Namun, Dispora tengah memfinalisasi rencana perluasan layanan dan akan segera menyosialisasikannya ke masyarakat melalui berbagai saluran informasi resmi.
“Kami akan menginformasikan pembaruan jadwal operasional secara terbuka melalui media sosial dan kanal komunikasi publik lainnya,” tambahnya.
Agus menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengurangi fungsi utama fasilitas kebugaran yang berada di lingkungan Asrama Atlet.
Area tersebut tetap diprioritaskan untuk atlet-atlet binaan seperti yang berasal dari SPOBDA dan Akademi Olahraga sebagai bagian dari sistem pembinaan prestasi daerah.
Selain memperluas jam operasional, revitalisasi infrastruktur di kawasan GOR Sempaja juga sedang dirancang untuk menjawab tingginya animo masyarakat.
Program andalan seperti Gratispol (gratis berolahraga) menjadi bagian dari inisiatif besar yang mendorong terbentuknya budaya olahraga sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet lokal.
Dengan pendekatan yang inklusif dan inovatif ini, GOR Kadrie Oening diharapkan mampu menjadi simbol pelayanan publik yang progresif, ruang olahraga terbuka sepanjang waktu yang merepresentasikan Kaltim sebagai daerah yang tanggap terhadap dinamika sosial warganya. (Adv)