
Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah cepat untuk mengatasi lonjakan harga beras di beberapa kawasan terpencil Kabupaten Mahakam Ulu.
Harga bahan pokok ini dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai Rp1,2 juta per karung di sejumlah desa.
Kondisi ini dipicu oleh terganggunya arus distribusi akibat menyusutnya debit air Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi jalur utama pengangkutan logistik ke wilayah pedalaman.
Dampaknya paling terasa di desa-desa seperti Long Apari, Noha Tivab, dan Noha Silat.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema distribusi bantuan secara bertahap, dengan mengandalkan cadangan pangan pemerintah serta bantuan dari Bulog.
“Operasi pasar akan kami gelar pada akhir Agustus hingga September sebagai salah satu langkah menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di masyarakat,”jelas Heni.
Distribusi ke wilayah tersebut akan dikawal oleh BPBD dan Basarnas, mengingat tantangan geografis yang cukup ekstrem.
Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan jalur darat dan udara jika kondisi sungai tidak memungkinkan.
“Kami terbuka pada berbagai opsi, termasuk penggunaan helikopter atau pesawat kecil, demi memastikan bantuan sampai ke masyarakat,”tambahnya.
Heni berharap, melalui langkah cepat ini, masyarakat di Mahakam Ulu dapat kembali mengakses bahan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, serta tidak mengalami kesulitan logistik berkepanjangan.
(adv/diskominfokaltim).