![]()
KALIORANG – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengingatkan pentingnya memastikan kehadiran investasi besar di daerah membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan operasional PT Kobexindo Cement di Kecamatan Kaliorang, yang menggelontorkan investasi senilai Rp15 triliun untuk pembangunan pabrik semen pertama di Kalimantan Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Mahyunadi menegaskan, pembangunan industri skala besar tidak boleh hanya berorientasi pada produksi dan keuntungan semata. Ia menekankan agar manfaat investasi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan ekonomi, hingga dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Kehadiran investasi besar harus memberi dampak positif bagi daerah. Bukan hanya soal angka investasi, tetapi bagaimana masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya,” tegas Mahyunadi di hadapan jajaran manajemen PT Kobexindo Cement.
Selain menyoroti manfaat ekonomi, Mahyunadi menyampaikan pesan kebangsaan dengan menekankan pentingnya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam aktivitas kerja perusahaan. Ia meminta manajemen hingga karyawan, terutama yang berasal dari luar negeri, konsisten menggunakan bahasa nasional sebagai wujud penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita berada di Indonesia, maka sudah sewajarnya bahasa Indonesia digunakan dalam komunikasi resmi. Ini bukan sekadar aturan, tapi bentuk penghormatan terhadap identitas bangsa,” ujarnya.
Mahyunadi merujuk Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara sebagai dasar hukum penggunaan bahasa Indonesia dalam forum resmi, dokumen perusahaan, dan perjanjian kerja dengan mitra asing.
Manajemen PT Kobexindo Cement menyambut positif arahan tersebut. Dalam pernyataannya, perusahaan menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Kutim dan berkomitmen untuk terus menyesuaikan diri dengan regulasi serta norma sosial di Indonesia.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk menegaskan keseimbangan antara kemajuan industri dan tanggung jawab sosial. Mahyunadi menegaskan, pembangunan di Kutim harus berpijak pada sinergi antara investasi dan kesejahteraan masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berakar dari daerah dan kembali kepada rakyat.
PT Kobexindo Cement menargetkan produksi semen mencapai 8 juta ton per tahun, dengan nilai investasi setara US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Proyek ini diharapkan menjadi penggerak utama sektor industri dan ekonomi di wilayah pesisir Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KN)


