Jembatan Sungai Nibung Tak Kunjung Rampung, Pemprov Kaltim Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan

Samarinda — Pembangunan Jembatan Sungai Nibung yang menghubungkan Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, hingga kini belum juga selesai.

Padahal, jembatan tersebut mulai dibangun sejak 2014 dan dirancang untuk memperlancar konektivitas antardesa di wilayah utara Kalimantan Timur.

Karena belum rampung, masyarakat setempat masih bergantung pada kapal feri tradisional untuk menyeberangi sungai.

Selain harus menunggu dalam antrean panjang, aktivitas harian warga menjadi tidak efisien, terlebih untuk distribusi barang, hasil tani, dan hasil laut.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

Ia menyebut jembatan itu seharusnya sudah bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas masyarakat yang selama ini masih terkendala transportasi.

“Kita menyayangkan keterlambatan yang terus terjadi. Warga masih harus menyeberang feri, padahal jembatan sudah dibangun sejak lama,”ujar Rudy.

Ia juga menyoroti soal anggaran yang sudah digelontorkan untuk pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, infrastruktur yang tidak kunjung selesai menjadi kerugian besar, bukan hanya secara ekonomi, tapi juga dalam hal kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Pemerintah provinsi, lanjut Rudy, menegaskan bahwa keberadaan jembatan seperti ini sangat penting dalam mendorong pemerataan pembangunan.

Ia berharap penyelesaiannya bisa segera dilakukan, agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Ini menyangkut penggunaan anggaran rakyat. Jangan sampai infrastruktur seperti ini terbengkalai begitu saja,”tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan bahwa penyelesaian Jembatan Sungai Nibung merupakan bagian dari program prioritas Pemprov Kaltim dalam pemerataan infrastruktur dasar, terutama di wilayah yang selama ini masih minim akses.

Peningkatan akses jalan dan jembatan, menurutnya, tidak hanya membuka isolasi wilayah, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Terlebih wilayah pesisir Kutai Timur menyimpan potensi besar di sektor perikanan dan hasil bumi lainnya.

“Kami ingin jembatan ini segera tuntas, agar warga bisa merasakan manfaat pembangunan secara langsung,”ucap Seno.

Ia menambahkan bahwa konektivitas yang baik akan mendorong efisiensi logistik, mempercepat distribusi hasil laut dari wilayah seperti Biduk-Biduk dan Talisayan, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kalau jarak dan waktu tempuh jadi lebih singkat, maka pengiriman hasil laut dari daerah seperti Biduk-Biduk dan Talisayan bisa lebih cepat dan berkualitas,”tegasnya.

(adv/diskominfokaltim).

Berita Terkait

Most Popular