Kader Desa Jadi Garda Terdepan Program Cek Kesehatan Gratis di Kukar

TENGGARONG – Di balik upaya besar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas akses layanan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), ada sosok-sosok penting yang memainkan peran krusial di garis terdepan: para kader kesehatan desa.

Mereka bukan dokter atau perawat, tapi keberadaan mereka menjadi ujung tombak dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa yang jauh dari fasilitas kesehatan utama.

Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah memaksimalkan peran kader desa untuk mendukung implementasi program CKG secara merata.

Pelatihan dan penguatan kapasitas terus dilakukan agar para kader mampu menjalankan tugas-tugas dasar pemeriksaan kesehatan masyarakat di lingkungannya masing-masing.

“Tidak semua daerah mudah dijangkau oleh tenaga medis. Di sinilah peran kader sangat penting—mereka yang tinggal bersama masyarakat, tahu kondisi warga, dan bisa menjadi penghubung utama antara puskesmas dan masyarakat,” ujar Taufik.

Pelatihan yang diberikan mencakup kemampuan deteksi dini gejala umum penyakit, pengukuran tekanan darah, gula darah, pengisian kartu status kesehatan digital, hingga edukasi pola hidup sehat. Para kader juga dibekali perangkat sederhana seperti alat tensi, alat cek gula darah, dan tablet untuk pencatatan data.

Salah satu kader yang telah aktif mengikuti pelatihan adalah Sulastri, kader kesehatan dari Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman. Ia mengaku bersyukur diberi kepercayaan menjadi bagian dari pelaksanaan program ini.

“Sebelumnya kami hanya bantu posyandu. Tapi sekarang kami juga bisa melakukan pengecekan awal dan langsung melaporkan kondisi warga ke puskesmas. Masyarakat juga jadi lebih terbuka untuk periksa karena kami dari lingkungan mereka sendiri,” ujarnya.

Menurut Sulastri, sejak adanya program CKG, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri meningkat. Bahkan beberapa warga yang sebelumnya enggan datang ke fasilitas kesehatan, kini aktif berkonsultasi atau meminta diperiksa saat kader berkunjung.

“Yang biasanya takut ke puskesmas, sekarang malah nanya kapan dicek lagi. Ini jadi semangat baru buat kami,” tambahnya.

Pemkab Kukar berharap para kader ini dapat menjadi jembatan penting dalam membangun budaya cek kesehatan rutin di desa. Pemerintah juga terus memantau kebutuhan tambahan tenaga kader di wilayah dengan cakupan luas dan kepadatan penduduk tinggi.

Program CKG yang diluncurkan secara nasional pada 10 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin, kini menjadi prioritas daerah untuk mendorong pemerataan layanan kesehatan.

Kader desa memainkan peran vital dalam memastikan bahwa layanan tersebut tak hanya berhenti di pusat kota, tetapi benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat desa.

“Pemeriksaan kesehatan tidak harus selalu dilakukan di ruang klinik. Bisa di rumah warga, di balai desa, atau di posyandu, asalkan ada yang memandu. Dan kader-kader inilah yang akan menjalankan peran itu,” kata Taufik.

Dengan dukungan pelatihan berkelanjutan, dukungan alat, serta sinergi antara puskesmas dan pemerintahan desa, Pemkab Kukar optimistis bahwa CKG akan menjadi gerakan kesehatan berbasis komunitas yang berkelanjutan. Dan para kader, adalah motor penggerak utamanya.

Berita Terkait

Most Popular