Home Advedtorial Kaltim Jajaki Kerja Sama Olahraga Internasional, Korea Selatan Jadi Mitra Kunci

Kaltim Jajaki Kerja Sama Olahraga Internasional, Korea Selatan Jadi Mitra Kunci

SAMARINDA – Dalam upaya mendorong reformasi besar-besaran di sektor olahraga dan kepemudaan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah mempersiapkan kemitraan lintas negara yang digadang-gadang akan membawa transformasi signifikan. Korea Selatan disebut sebagai calon mitra utama dalam kolaborasi strategis ini.

Rencana ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas pelatihan atlet, tetapi juga mencakup transfer teknologi, pembangunan kapasitas sumber daya manusia, hingga integrasi metode pembinaan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading menyampaikan bahwa skema yang akan dijalankan mengadopsi pendekatan government to government (G-to-G), meniru pola kerja sama yang telah lebih dulu sukses diterapkan di beberapa provinsi besar di Indonesia, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Kita pelajari dan lihat bagaimana daerah lain berhasil meningkatkan level olahraga mereka melalui kemitraan internasional. Kaltim tidak ingin ketinggalan,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Dalam rancangannya, kerja sama ini akan menitikberatkan pada pembinaan cabang olahraga individu seperti renang dan atletik, yang dinilai lebih mudah dipantau melalui metrik kinerja yang terukur.

Hal ini memungkinkan setiap atlet mendapatkan pola latihan yang sesuai dengan keunggulan personalnya.

“Olahraga perorangan punya keuntungan dalam hal evaluasi. Kita bisa membaca kekuatan dan kelemahan atlet secara objektif dan menyesuaikan program latihan berdasarkan data itu,” jelasnya.

Menariknya, inisiatif ini tak hanya terbatas pada sektor olahraga. Kolaborasi juga dirancang untuk menjangkau aspek lain, termasuk pengembangan teknologi informasi, pertukaran budaya, dan penguatan kapasitas pemuda dalam kerangka pembangunan karakter.

Sebagai penunjang visi besar ini, Dispora Kaltim turut mengusulkan pembangunan laboratorium olahraga regional yang akan menjadi pusat riset dan pengujian potensi atlet.

Laboratorium ini akan dilengkapi fasilitas analisis kebugaran, mulai dari kekuatan otot hingga daya tahan tubuh, untuk memastikan setiap individu diarahkan ke cabang olahraga yang paling sesuai.

“Kita tidak lagi bicara soal intuisi atau insting pelatih semata. Semua harus berbasis riset dan data. Dengan begitu, pembinaan bisa lebih tepat sasaran,” tegas Rasman.

Dengan memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemitraan internasional, Kaltim berharap mampu melahirkan atlet-atlet andalan yang tidak hanya bersinar di level nasional, tapi juga siap bersaing di panggung dunia. (Adv)

Exit mobile version