Home Advedtorial Ketua DPRD Bontang Akan Panggil DLH

Ketua DPRD Bontang Akan Panggil DLH

BONTANG– DPRD Bontang menjadwalkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta klarifikasi terkait dua perusahaan yang mendapat peringkat merah dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2024-2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan hasil penilaian tersebut menjadi perhatian serius, terlebih Joint Operation (JO) Dahana–Black Bear Resources Indonesia (BBRI) dikabarkan kembali memperoleh rapor merah untuk kedua kalinya.

Menurutnya, DPRD perlu mengetahui penyebab pasti perusahaan mendapat penilaian tersebut, termasuk sejauh mana pengawasan dan pendampingan yang dilakukan DLH Bontang.

“Kalau memang benar perusahaan itu dua tahun berturut-turut mendapat rapor merah, tentu ini jadi perhatian serius. Kami ingin tahu apa penyebabnya dan bagaimana upaya perbaikannya,” ujar Andi Faizal, Jumat (22/5/2026).

Ia menilai perusahaan yang bergerak di sektor berisiko tinggi terhadap lingkungan wajib memiliki komitmen kuat dalam memenuhi seluruh ketentuan pengelolaan lingkungan.

Apalagi, BBRI bergerak di bidang bahan peledak yang dinilai memiliki risiko cukup besar apabila tidak dikelola dengan baik.

“Harus dilihat apakah memang tidak ada perkembangan atau sebenarnya ada upaya perbaikan tetapi belum memenuhi kriteria untuk naik peringkat,” katanya.

Andi menegaskan DPRD akan lebih dulu meminta penjelasan langsung dari DLH sebelum menentukan langkah lanjutan.

Menurutnya, jika penyebab rapor merah hanya karena keterlambatan administrasi, maka perlu dipastikan apakah persoalan serupa kembali terulang atau ada faktor lain yang menjadi catatan kementerian.

“Makanya kami ingin dengar langsung penjelasan DLH terkait kondisi sebenarnya,” ucapnya.

Exit mobile version