KALTIMNUSANTARA.COMH Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid usulkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distrasnaker) untuk mempunyai Balai Latihan Kerja (BLK). Mengingat, banyak program pelatihan kerja yang diselenggarakan.
Rasid menyebutkan, keberadaan balai latihan kerja sangat diperlukan dalam mendukung program Kukar Siap Kerja. Terlebih, latihan kerja bagi masyarakat rutin dilakukan tiap tahunnya.
“Tahun 2024 nanti, Distransnaker kembali mengajukan anggaran pendidikan dan pelatihan (Diklat) sebesar Rp 11 Miliar melalui program Kukar siap kerja,” ujar Rasid, Rabu (29/11/223).
Program Kukar siap kerja, sebut Rasid, merupakan bagian komitmen untuk meminimalisir angka pencari kerja di Kukar. Dan masih banyak lagi bentuk kegiatan dari program siap kerja, yang digagas Disnakertrans Kukar.
“Kami di DPRD mendukung, jika ingin membangun BLK,” sambungnya.
Rasid menilai, angka pencari kerja di Kukar masih terbilang tinggi, dan alami peningkatan tiap tahunnya. Karena banyak putra-putri yang baru menyelesaikan pendidikan menengah maupun tinggi.
“Kedepannya perlu penanganan ekstra. Apalagi setiap tahun Pencaker ini terus mengalami peningkatan jumlah,” terangnya.
Sebagi informasi, jumlah pencari kerja pada tahun ini berkurang 600 orang dari tahun sebelumnya. Pada 2023, terdapat 10.300 pencari kerja di Kukar. Rata-rata, mereka berusia produktif.
Jumlah pengangguran di Kukar memang masih terbilang tinggi. Catatan Kutai Kartanegara dalam Angka yang diterbitkan Badan Pusat Statistik Kukar pada 2022 menguraikannya secara rinci.
Pada tahun itu, terdapat 20.400 pengangguran di kabupaten ini. Jumlah tersebut merupakan 5,7 persen dari sekitar 729.000 penduduk Kukar. Sedangkan warga Kukar yang memiliki kartu pencari kerja, jumlahnya mencapai 10.989 orang. (ADV)


