SANGATTA—Dikenal sebagai daerah penghasil produk pertanian bertumpu pada kualitas jalan yang baik untuk memotong biaya logistic dan distribusi, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memperbaiki infrastruktur jalan utama yang menghubungkan Sangatta Utara dan Rantau Pulung.
Jalan sepanjang hampir 40 kilometer ini menjadi fokus pembangunan tahun 2025 agar mampu membuka potensi ekonomi wilayah pedalaman yang masih tertinggal. Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa jalan ini merupakan tulang punggung mobilitas dan logistik bagi desa-desa terpencil serta kebun rakyat di daerah tersebut. “Pembangunan jalan ini akan meningkatkan konektivitas yang selama ini menjadi hambatan utama dalam pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain fokus pada pembangunan jalan, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa infrastruktur yang diperbaiki akan memperkuat potensi ekonomi daerah, seperti perkebunan kelapa sawit, pertanian, dan industri kecil. Ia menyebutkan bahwa kawasan Rantau Pulung memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan akses jalan yang memadai agar hasil produksi bisa lebih mudah didistribusikan ke pasar.
Hanya 300-400 km dari total 1,000 km jalan di Kutim yang beraspal dan layak dilalui kendaraan berat Dari total 1.100 kilometer jalan di Kutim,. Lebih dari 60% jalan ada dalam kondisi rusak dan perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat maupun daerah agar mampu menopang kegiatan ekonomi warga secara optimal.
Karenanya, Pemkab Kutim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu, menjaga infrastruktur yang sedang dibangun, serta ikut aktif dalam proses pemeliharaan. Dukungan ini diharapkan akan mempercepat akselerasi pembangunan wilayah, sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat di kawasan pedalaman. (ADV/ProkopimKutim/KN)


