Home Advedtorial Kolaborasi Pemkab Kukar dan Ulama, Strategi Baru Kendalikan Inflasi

Kolaborasi Pemkab Kukar dan Ulama, Strategi Baru Kendalikan Inflasi

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) semakin inovatif dalam mengendalikan inflasi. Tidak hanya melalui kebijakan ekonomi, Pemkab kini menggandeng ulama dalam upaya stabilisasi harga bahan pokok.

Langkah ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di mana Kukar diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Ahyani Fadianur Diani.

Menariknya, rapat kali ini turut melibatkan sejumlah ulama yang menjadi bagian dari program Ulama Peduli Inflasi.

Menurut Ahyani, keterlibatan ulama ini bukan tanpa alasan. Mereka memiliki peran penting dalam menyosialisasikan kesadaran ekonomi kepada masyarakat, terutama dalam pola konsumsi dan distribusi bahan pokok menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri.

“Selain membahas strategi pengendalian inflasi, kami juga menggandeng ulama untuk membantu dalam sosialisasi, baik dalam proses penjualan maupun pembelian bahan pokok,” ujar Ahyani, Senin (10/3/2025).

Dalam rakor tersebut, Ahyani juga mengungkapkan bahwa angka inflasi di Kukar masih terkontrol dengan baik. Bahkan, Kukar menjadi daerah dengan pengendalian harga bahan pokok terbaik dibandingkan wilayah lain.

“Alhamdulillah, inflasi di Kukar masih terjaga. Kita tidak mengalami lonjakan harga ekstrem seperti di beberapa daerah lain,” katanya.

Salah satu indikator stabilitas ini terlihat dari harga cabai yang sebelumnya mencapai Rp120 ribu per kilogram, kini mulai turun ke Rp80 ribu per kilogram. Meski masih cukup tinggi, tren penurunan ini diharapkan terus berlanjut.

Selain menggandeng ulama, Pemkab Kukar juga menerapkan sejumlah strategi konkret dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bekerja sama dengan Bulog dan distributor lokal.

Intervensi Harga Komoditas Strategis. Pemkab Kukar berkoordinasi dengan pengusaha ayam dan beras untuk menjaga harga tetap stabil.

Lalu, Monitoring Pasar Intensif yang dilakukan untuk memantau harga secara berkala untuk mencegah kenaikan yang tidak terkendali.

Ahyani berharap langkah-langkah ini dapat menjaga harga bahan pokok tetap terkendali hingga Idulfitri, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Kita ingin memastikan masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang, tanpa dihantui kenaikan harga yang tidak wajar,” pungkasnya.

Dengan strategi kolaboratif ini, Pemkab Kukar optimistis dapat mempertahankan stabilitas inflasi dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengendalian harga bahan pokok. (*)

Exit mobile version