![]()
SANGATTA – Warga Kutai Timur (Kutim) dalam waktu dekat tak perlu lagi antre panjang untuk mendapatkan dokumen kependudukan seperti KTP, KK, atau KIA. Berkat inovasi layanan Dukcapil Mandiri, pencetakan dokumen bisa dilakukan secara mandiri, cepat, dan praktis, mirip pengalaman menarik saat menarik uang di ATM. Layanan Dukcapil Mandiri sudah diuji coba di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, dan rencananya akan diperluas ke 16 kecamatan lain di Kutim tahun depan.
Program ini merupakan salah satu kajian strategis yang tengah dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutim. Kepala BRIDA, Juliansyah, melalui Peneliti Ahli Pertama Bagus Rai Wibowo, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memangkas birokrasi sekaligus meningkatkan kenyamanan warga. “Inovasi ini sangat membantu mempercepat pelayanan sekaligus memangkas antrean di kantor Dukcapil,” ujar Bagus optimistis.
BRIDA memandang layanan ini sebagai bagian dari transformasi digital pemerintah daerah. Dengan sistem mandiri, warga dapat mengakses dokumen kependudukan kapan saja tanpa harus menunggu giliran lama di kantor. Bagi banyak warga, ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga kemudahan dan efisiensi waktu.
Dukcapil Mandiri menjadi salah satu dari lima kajian strategis BRIDA yang sedang berjalan. Selain itu, BRIDA juga menyoroti program bus listrik gratis untuk pelajar, optimalisasi Bandara Tanjung Bara, evaluasi program Rp250 juta per RT per tahun, serta strategi ketahanan pangan daerah. Semua kajian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah yang kuat bagi pengambilan keputusan pemerintah daerah yang lebih efektif dan berpihak pada masyarakat.
Bagus menambahkan, “BRIDA bukan sekadar lembaga penelitian, tapi motor inovasi daerah. Kami ingin riset menjadi bagian dari solusi nyata untuk pembangunan Kutim.” (ADV/ProkopimKutim/KN)


