
SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperluas peranannya dalam meningkatkan kualitas pemuda melalui penguatan literasi berbasis keterampilan digital dan kreatif.
Literasi, menurut mereka, tak lagi sekadar soal membaca dan menulis, tetapi juga soal kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan mampu berkarya di tengah pesatnya transformasi digital.
Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, menilai bahwa peningkatan literasi generasi muda adalah tanggung jawab kolektif, bukan semata urusan pemerintah.
“Ini merupakan kerja bersama. Kami di Dispora berperan, tapi semua pihak juga harus turut terlibat,” ujarnya, Kamis (15/5/2025).
Sebagai bagian dari upaya konkret, Dispora Kaltim telah menyelenggarakan berbagai pelatihan, termasuk pengembangan keterampilan untuk calon konten kreator muda.
Kegiatan tersebut didesain agar pemuda mampu menuangkan ide dan gagasannya melalui media yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Misalnya pelatihan konten kreator, kami adakan untuk memberi ruang bagi pemuda belajar memproduksi karya secara mandiri,” jelasnya.
Tak hanya berhenti pada pelatihan, Dispora juga tengah menyiapkan platform media digital yang dirancang sebagai sarana bagi pemuda berprestasi untuk menyalurkan ide-ide inovatif dan terhubung dengan audiens yang lebih luas.
“Kami ingin membangun ekosistem yang mengumpulkan anak-anak muda yang punya potensi dan semangat berkarya,” tambah Rusmulyadi.
Penghargaan juga disiapkan bagi mereka yang menunjukkan konsistensi dan kontribusi dalam bidang literasi dan kreatif. Diharapkan apresiasi ini dapat menjadi penyemangat untuk terus berkembang, sekaligus menumbuhkan kebiasaan belajar sepanjang hayat.
“Ketika karya mereka dihargai, biasanya akan muncul dorongan alami untuk terus belajar dan memperluas wawasan, salah satunya lewat membaca,” katanya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Dispora Kaltim ingin memastikan bahwa generasi muda di wilayah ini tumbuh sebagai insan yang produktif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Sinergi lintas sektor pun terus didorong agar budaya literasi bisa mengakar kuat dan menjadi fondasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kalimantan Timur. (Adv)