
TENGGARONG – Pemerintah Kelurahan Loa Ipuh bersiap memasuki era baru pelayanan publik. Dengan pembangunan kantor kelurahan baru di Jalan Penyinggahan yang akan dimulai usai Lebaran 2025, wajah birokrasi di wilayah ini akan berubah drastis—dari ruang kerja yang sempit dan rawan banjir, menjadi gedung dua lantai yang representatif dan ramah warga.
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menekankan bahwa pembangunan kantor baru bukan sekadar memindahkan lokasi, tetapi transformasi menyeluruh pada cara pemerintah melayani warganya.
“Kita ingin masyarakat datang ke kantor kelurahan bukan dengan rasa ragu atau enggan, tapi dengan keyakinan bahwa di sini mereka akan dilayani cepat dan nyaman,” ujar Erri, Jumat (28/3/2025).
Kantor lama yang terletak di tepi Sungai Mahakam memang menyimpan banyak cerita. Namun, bagi Erri dan jajarannya, terlalu banyak hari-hari penuh kecemasan ketika Mahakam meluap.
Tidak jarang pelayanan terhenti karena dokumen harus diamankan dari genangan air, sementara warga tetap membutuhkan layanan mendesak.
“Bayangkan saat musim hujan, warga datang ke kantor dalam kondisi banjir. Tidak ada ruang tunggu yang layak, pelayanan pun jadi terhambat. Itu tidak boleh lagi terjadi,” kenangnya.
Gedung baru nantinya akan didesain dengan sentuhan pelayanan publik modern. Ruang arsip, loket pelayanan, ruang pertemuan RT/RW, serta area ramah difabel menjadi bagian dari desain awal yang tengah digodok bersama Dinas PU Kukar.
Selain itu, lokasi kantor baru juga memiliki potensi dikembangkan sebagai pusat layanan berbasis digital. Erri menyebut, dengan infrastruktur dan ruang yang memadai, sistem antrean digital, pelayanan berbasis aplikasi, hingga pengurusan administrasi daring bisa diterapkan secara bertahap.
“Kami ingin kantor ini tak hanya bersih dan besar, tapi juga cerdas secara sistem. Tujuannya satu: melayani masyarakat dengan cara yang lebih baik,” katanya.
Relokasi ini juga disambut antusias oleh warga. Banyak tokoh masyarakat yang berharap pembangunan kantor baru dapat diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan dan kedekatan emosional antara pemerintah dan warganya.
“Sudah waktunya kelurahan tampil modern. Kita ini sudah berkembang, dan kantor pelayanan harus mencerminkan perkembangan itu,” ucap salah satu ketua RT dalam pertemuan warga.
Dengan proyek ini, Kelurahan Loa Ipuh menunjukkan bahwa pelayanan publik bukan hal yang statis. Ia terus berevolusi, tumbuh seiring kebutuhan zaman, dan berkembang demi satu tujuan: memberikan layanan yang manusiawi, cepat, dan berkualitas bagi seluruh warganya. (*