Samarinda — Persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser mulai mendapat perhatian serius dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menegaskan bahwa efisiensi penggunaan anggaran dan kelayakan sarana olahraga harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar kemegahan venue.
“Verifikasi itu wajib. Meski Pemkab Paser menyatakan siap secara fisik, kami tetap akan cek ulang, apakah fasilitas yang ada benar-benar layak digunakan. Kalau belum, akan kami sesuaikan mana yang harus diperbaiki, mana yang cukup direhabilitasi,” ujar Rasman, Minggu (29/6/25).
Ia menekankan agar pemerintah daerah selaku tuan rumah menyesuaikan pembangunan venue olahraga dengan kebutuhan riil dan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, prinsip kehati-hatian lebih penting dibanding membangun secara berlebihan yang justru membebani anggaran.
“Kita tidak minta semua serba mewah. Yang penting standar cabang olahraga terpenuhi, dan aman digunakan atlet,” jelasnya.
Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Poprov, Pemerintah Provinsi Kaltim akan menyalurkan bantuan dalam dua bentuk, yakni fisik dan peralatan. Bantuan peralatan senilai Rp10 miliar direncanakan terealisasi pada tahun 2025, sementara bantuan pembangunan fisik baru akan dilakukan pada tahun 2026, setelah proses verifikasi rampung.
“Kami akan turun langsung bersama tim dari provinsi dan Bappeda. Tujuannya agar apa yang direncanakan benar-benar sesuai kebutuhan tiap cabang olahraga. Jangan sampai terjadi salah sasaran,” tuturnya.
Rasman memastikan bahwa tim verifikasi dari provinsi akan berperan penting dalam mengukur kebutuhan faktual di lapangan, agar setiap alokasi anggaran tepat guna dan mendukung kualitas pelaksanaan Poprov secara menyeluruh.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pembangunan fasilitas olahraga bukan hanya soal kesiapan Poprov, melainkan bagian dari peningkatan infrastruktur olahraga jangka panjang di daerah.
“Jadi ini bukan sekadar menyambut event olahraga. Tapi momentum untuk membangun sistem pembinaan dan fasilitas olahraga yang berkelanjutan bagi Paser dan daerah lain,” pungkasnya.(ADV)


