KALTIMNUSANTARA.COM– Beberapa minggu belakangan ini, sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Lahan gambut yang terletak dibeberapa kecamatan paling sering terjadi kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) telah memetakan kecamatan yang rawan berpotensi kebakaran. Yaitu Samboja, Muara Kaman, Muara Muntai dan Muara Wis.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi bahaya karhutla. Musim kemarau dengan cuaca panas yang ekstrem dapat permudah api merambat kemana-mana.
“Oleh karena itu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi dulu. Jangan membakar-membakar lahan dulu, karena kondisi rawan,” ujar politisi Golkar, Jumat (18/8/2023).
Kebakaran hutan dan lahan berdampak buruk bagi lingkungan, hewan dan kesehatan manusia. Selain merusak lingkungan, juga menghilangkan habitat hewan di sekitar hutan tersebut.
Asap yang ditimbulkan dapat menyerang kesehatan manusia. Seperti infeksi saluran pernapasan, sesak napas, iritasi kulit hingga iritasi mata.
“Makanya, mungkin harus kita semua menjaga ini, jangan sampai kebakaran-kebakaran hutan yang ada di Kukar ini semakin luas dan jangan sampai ada korban,” kata Rasid mengakhiri. (ADV)


