![]()

Kutai Timur, Kaltimnusantara.com – Legislator Kutai Timur dari Partai Gerindra, dr. Novel Tyty Paembonan, menilai sudah saatnya daerah beralih dari ketergantungan pada sektor tambang menuju ekonomi berbasis pangan dan pertanian. Ia menekankan, ribuan hektare lahan tidur di Kutim bisa menjadi modal besar untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Jadi kan ini ada hubungannya dengan bagaimana program pemerintah melalui Presiden adalah tentang ketahanan pangan,” ujar dr. Novel di Gedung DPRD Kutai Timur, belum lama ini.
Menurutnya, Kutai Timur memiliki ribuan hektare lahan tidak produktif yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan. Namun, hingga kini sebagian besar lahan tersebut belum tersentuh program pemberdayaan yang serius. “Mau tidak mau, suka tidak suka, hari ini Kutim punya banyak lahan tidur,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat, melainkan perlu komitmen dan inisiatif pemerintah daerah. Pemerintah Kutim harus mampu mengidentifikasi potensi wilayah, memetakan lahan-lahan kosong, dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan berbasis produktivitas.
“Kalau lahan-lahan ini diberdayakan, hasilnya akan berlipat. Bukan hanya membantu ketahanan pangan nasional, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” jelasnya.
pihaknya berharap Pemkab Kutim dan DPRD dapat menyusun kebijakan konkret, baik berupa insentif bagi petani maupun kemudahan akses bagi kelompok tani dan investor lokal yang ingin mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan. “Kalau kita serius, Kutim bisa mandiri secara ekonomi tanpa tergantung penuh pada tambang,” pungkasnya.
dirinya juga mengingatkan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh tata kelola dan kemauan politik pemerintah daerah. “Kalau serius, Pemkab bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi, kelompok tani, atau pihak swasta untuk menghidupkan kembali lahan tidur,” katanya.
lebih lanjut Ia menambahkan, dengan memanfaatkan lahan secara produktif, Kutai Timur bisa menciptakan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada komoditas ekstraktif. “Kita tidak boleh hanya jadi penonton dalam pembangunan nasional. Potensi kita besar, tinggal kemauan dan keberpihakan kebijakan saja,” pungkasnya. (Adv)


