Pembinaan Pemuda Kaltim Kian Inklusif, Dispora Libatkan Semua Kalangan

Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas keterlibatan generasi muda dalam berbagai program pembinaan. Tak hanya fokus pada pelajar, Dispora juga aktif mengajak mahasiswa serta pemuda dari kelompok disabilitas agar turut berperan dalam kegiatan yang bertujuan mencetak generasi unggul, inklusif, dan adaptif menghadapi perubahan zaman.

Analis Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, menjelaskan bahwa pihaknya membuka kesempatan seluas mungkin bagi seluruh pemuda tanpa diskriminasi.

“Peserta kegiatan ini termasuk anak sekolah, yang penting usianya minimal 16 tahun. Kami ingin semua pemuda di Kaltim punya kesempatan yang sama untuk terlibat,” ujar Hasbar, Jumat (11/07/2025).

Ia menegaskan bahwa pendekatan inklusif ini bukan hanya simbolik, melainkan bagian dari strategi nyata untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, terutama menjelang perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Mahasiswa, menurut Hasbar, memiliki peran signifikan dan kerap memberikan kontribusi lebih dalam hal pemikiran dan kemandirian.

“Kami tidak membatasi. Mahasiswa tetap menjadi bagian penting. Bahkan, secara teknis justru lebih mudah, karena usia mereka sudah pasti sesuai dengan kriteria yang ada, yaitu minimal 16 tahun dan maksimal 30 tahun,” jelasnya.

Hasbar menambahkan, kegiatan kepemudaan yang dilaksanakan Dispora selalu dirancang untuk menjangkau seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Hal ini dimaksudkan agar pembinaan tidak terpusat di satu wilayah saja, melainkan merata dan berkesinambungan.

“Kalau misalnya kegiatannya di Balikpapan, itu bukan hanya untuk warga Balikpapan saja. Kami pastikan dari 10 kabupaten/kota lainnya juga akan ada perwakilan. Ini penting agar pembinaan merata,” ungkapnya.

Keterlibatan lintas daerah ini, ucap Harbar, sangat penting untuk memperkuat jaringan antar pemuda dan membangun semangat kolaborasi dalam mendorong kemajuan daerah.

Tak kalah penting, Dispora Kaltim juga memberikan perhatian serius terhadap keterlibatan pemuda penyandang disabilitas. Hasbar menegaskan bahwa seluruh pemuda, apapun kondisinya, memiliki hak yang sama dalam mengembangkan potensi dan mendapatkan akses pembinaan.

“Prinsip kami jelas, tidak ada diskriminasi. Pemuda disabilitas juga harus diberikan kesempatan. Kita ingin mereka bisa tampil, berdaya, dan jadi bagian dari pembangunan daerah,” tegasnya.

Dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, dan disabilitas secara aktif dalam program kepemudaan, Dispora Kaltim berharap bisa mencetak generasi muda yang mampu tampil di panggung pembangunan nasional, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam menyongsong masa depan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara.

“Kami ingin pemuda Kaltim punya semangat, keterampilan, dan kesiapan menghadapi tantangan ke depan, apalagi menyongsong peran strategis Kaltim sebagai Ibu Kota Negara. Karena itu, semua kalangan harus dilibatkan,” tandasnya.(ADV)

Berita Terkait

Most Popular