![]()
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan semua pihak harus bersinergi untuk menekan penularan HIV/AIDS. Langkah tegas ini dilakukan dengan menyoroti praktik prostitusi terselubung yang masih beroperasi di balik kedok tempat karaoke dan warung remang-remang.
Wakil Bupati Kutim, H. Mahyunadi, menyebut hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih adanya aktivitas semacam itu di beberapa titik. Fenomena ini, menurutnya, menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan ketertiban sosial.
“Kami sudah turun ke lapangan dan masih menemukan adanya warung remang-remang. Dulu, pada masa Pak Isran Noor, tempat prostitusi pernah dibubarkan. Sekarang ada yang beroperasi lagi dengan kedok tempat karaoke. Hal seperti ini akan kami tinjau dan tindak tegas jika terbukti,” tegas Mahyunadi usai audiensi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim, di Rumah Makan Pak Ndut.
Mahyunadi menekankan, pencegahan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan penyuluhan, tetapi harus dibarengi langkah konkret di lapangan. Pemerintah hadir mulai dari pembinaan hingga penertiban tempat hiburan yang disalahgunakan, sekaligus menegakkan hukum terhadap pelanggaran. “Kami mengajak semua pihak agar bekerja maksimal dalam pencegahan. Kalau kita tidak cegah penularannya sejak sekarang, ini akan berdampak pada generasi yang akan datang,” ujarnya.
Wabup juga mengapresiasi kinerja KPAD Kutim yang konsisten melakukan edukasi masyarakat, pemeriksaan dini, dan pemetaan kasus HIV/AIDS. Dengan sumber daya terbatas, lembaga ini tetap mampu menjalankan program pencegahan dan deteksi dini secara efektif. “Saya apresiasi KPAD, karena dengan anggaran yang ada bisa dimaksimalkan untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV. Harapan kami, Kutim bisa mencapai zero HIV/AIDS,” pungkasnya.
Menurut Mahyunadi, KPAD Kutim telah memetakan sekitar 90 persen kasus HIV/AIDS yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagian besar penyebaran terjadi secara tersembunyi, sehingga pendekatan personal menjadi kunci utama dalam penanganan. Langkah tegas Pemkab Kutim ini diharapkan menjadi momentum penting menekan angka penularan HIV/AIDS, memastikan kesehatan publik tetap menjadi prioritas di tengah pesatnya pembangunan wilayah. (ADV/ProkopimKutim/KN)


