Home Advedtorial Pemerintah Matangkan Tahap Awal Pembangunan Jembatan Telen, Tiga Bentang Ditargetkan Masuk Anggaran...

Pemerintah Matangkan Tahap Awal Pembangunan Jembatan Telen, Tiga Bentang Ditargetkan Masuk Anggaran 2026

Kutai Timur, kaltimnusantara.com — Rencana pembangunan Jembatan Telen kembali mendapat perhatian dalam pembahasan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Anggota DPRD Kutim, dr. Novel Tyty Paembonan, menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan penjelasan teknis terbaru terkait proyek tersebut, termasuk rencana memasukkan sebagian struktur jembatan ke dalam anggaran tahun tunggal.

“Kalau Jembatan Telen, itu tadi malah yang muncul tuh yang di Marah Haloq kalau enggak salah ya, di Marah Haloq. Nah, tapi kemarin pemerintah juga menjelaskan bahwa untuk Jembatan Telen itu bentangannya kan, yang katanya ada lima bentangan. Itu tahun depan itu Dinas Bina Marga ya namanya, itu akan ada tiga bentangan yang dimasukkan dalam tahun tunggal. Itu informasinya,” ujar Novel.

Ia menilai penjelasan tersebut diperlukan karena sebelumnya muncul kebingungan di tingkat pembahasan mengenai proyek mana yang menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah. Dengan adanya konfirmasi pemerintah, Novel menyebut bahwa posisi Jembatan Telen menjadi lebih jelas dalam rencana kerja teknis 2026.

Rencana memasukkan tiga dari lima bentangan ke dalam skema tahun tunggal dinilai sebagai langkah awal yang realistis. Tahap ini memungkinkan pemerintah memulai konstruksi secara bertahap, sambil menyiapkan analisis lanjutan untuk dua bentangan lain yang akan membutuhkan pembiayaan tambahan.

Novel menjelaskan bahwa keberadaan Jembatan Telen memiliki dampak strategis bagi konektivitas wilayah pedalaman, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur akses yang terbatas. Ia menilai, penguatan konektivitas ini akan berpengaruh pada arus distribusi barang dan peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

Dalam pembahasan selanjutnya bersama Badan Anggaran, DPRD akan meminta data teknis yang lebih mendetail, termasuk estimasi biaya dan kesiapan dokumen perencanaan. Novel menegaskan bahwa semua usulan akan diuji berdasarkan manfaat publik, urgensi pembangunan, dan kapasitas anggaran daerah.

Ia menyebut, pemerintah daerah masih perlu menyerahkan dokumen resmi agar DPRD dapat melakukan evaluasi yang lebih komprehensif. Meski demikian, ia melihat adanya komitmen dari dinas terkait untuk mulai menggarap proyek ini secara terukur.

Dengan masuknya tiga bentangan Jembatan Telen dalam rencana anggaran tahun tunggal 2026, proses pembahasan teknis dan fiskal diperkirakan menjadi penentu awal bagi kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.(Adv)

Exit mobile version