Pemprov Kaltim Dorong Lulusan Muda Ikuti Program Magang ke Luar Negeri

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengajak generasi muda, khususnya lulusan SMA dan SMK, untuk memanfaatkan peluang magang ke luar negeri sebagai bekal dalam menghadapi persaingan global.

Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang paling diminati dalam program ini.

Namun, menurut Wagub Seno, tingkat partisipasi pemuda Kaltim masih tergolong rendah.

Setiap tahunnya, peserta dari Kaltim yang mengikuti program magang ke Jepang tidak mencapai 40 orang.

Kondisi ini ia nilai sebagai tantangan yang harus segera diatasi.

“Kesempatan mengikuti magang di luar negeri sangat berharga. Sayangnya, masih banyak pemuda kita yang belum memanfaatkannya,”ucapnya pada Minggu (29/6/2025).

Untuk meningkatkan partisipasi, Pemprov Kaltim melalui Disnakertrans bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, melakukan sosialisasi aktif.

Program ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan dengan lembaga IM Japan.

Wagub Seno juga menyampaikan bahwa selain menambah pengalaman kerja, program magang luar negeri berpotensi mengurangi tingkat pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

“Program magang ini adalah solusi konkret untuk mengurangi pengangguran dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

Ia pun berharap program magang bisa diperluas ke negara lain, seperti Korea Selatan dan Australia, guna memperluas cakupan dan peluang bagi generasi muda.

“Kita harapkan ke depan peluang magang tidak hanya ke Jepang, tetapi juga negara-negara lain agar SDM Kaltim lebih siap bersaing di tingkat global,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, menjelaskan bahwa proses seleksi cukup ketat.

Peserta harus mengikuti pelatihan bahasa Jepang sebagai syarat utama, dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan selama tiga bulan di BBPVP Bekasi.

Sebanyak 267 peserta dari Kaltim tercatat mengikuti pelatihan bahasa Jepang pada gelombang terbaru, terdiri dari 170 orang yang mengikuti secara tatap muka dan 97 lainnya secara daring.

(adv/diskominfokaltim).

Berita Terkait

Most Popular