
Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong peran aktif berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Berau baru-baru ini.
Menurutnya, kehadiran Rumah Sehat Baznas (RSB) yang kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Tanjung Redeb merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan perusahaan bisa menghasilkan dampak positif, namun ia menilai, potensi sinergi ini masih bisa ditingkatkan.
“Rumah Sehat Baznas adalah contoh konkret bahwa jika semua pihak bergerak bersama, manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Kami sangat menghargai kontribusi semua yang terlibat dalam mewujudkannya,”ujar Rudy.
Pemprov Kaltim juga mengimbau perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Berau, untuk menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui Baznas.
Dengan dukungan dana yang memadai, kegiatan sosial dan kesehatan yang digagas Baznas diyakini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Perusahaan jangan hanya fokus pada keuntungan bisnis. Sudah saatnya CSR mereka disalurkan secara strategis, salah satunya melalui Baznas yang terbukti mampu menjalankan program sosial secara akuntabel dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,”tambahnya.
Rudy juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara Baznas dengan institusi lainnya, termasuk aparat TNI dan Polri, untuk menyelenggarakan kegiatan sosial seperti operasi bibir sumbing, sunatan massal, dan layanan kesehatan gratis di wilayah yang membutuhkan.
“Baznas bukan hanya soal zakat, infak, dan sedekah. Mereka siap menjadi mitra berbagai pihak dalam menyalurkan kebaikan dan membantu masyarakat kecil melalui aksi nyata,”tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltim dalam memperluas jangkauan layanan sosial dan kesehatan, khususnya di daerah yang akses terhadap fasilitas medis masih terbatas.
Baznas dinilai sebagai lembaga yang punya kapasitas dan jaringan hingga ke tingkat kabupaten dan desa, sehingga efektif dalam menjangkau warga yang membutuhkan.
(adv/diskominfokaltim).