
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah meninjau ulang skema pengoperasian Hotel Atlet yang berlokasi di jantung Kota Samarinda. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), kajian terus dilakukan guna menemukan pola pemanfaatan yang paling tepat bagi aset tersebut, termasuk kemungkinan menggandeng mitra profesional dari luar pemerintah.
Sekretaris Dispora Kaltim, Sri Wartini mengungkapkan bahwa hingga kini, operasional hotel tersebut belum mencapai titik optimal. Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk mengevaluasi potensi pemanfaatannya agar keberadaannya memberi nilai guna lebih besar.
“Pemantauan dan evaluasi terus kami lakukan secara berkala. Tujuannya agar fasilitas ini benar-benar berfungsi maksimal, tidak hanya sebagai bangunan, tetapi juga sebagai aset yang hidup,” ujarnya, Rabu (21/5/2025).
Hotel tersebut sebelumnya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30. Namun bangunan itu sejatinya dibangun untuk menunjang kebutuhan atlet saat Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 lalu.
Sekarang, seiring perkembangan kebutuhan daerah, wacana untuk memperluas fungsinya mulai muncul.
Menurut Sri, pemerintah daerah terbuka terhadap ide pemanfaatan Hotel Atlet secara lebih luas, tidak terbatas pada kegiatan olahraga semata. Dalam rencana jangka panjang, hotel ini berpotensi dioperasikan secara komersial untuk melayani kebutuhan masyarakat umum, termasuk tamu dari luar daerah.
“Kami ingin tempat ini tidak hanya melayani atlet. Ketika tidak ada agenda olahraga, hotel juga bisa menyambut tamu umum. Tapi saat dibutuhkan untuk kegiatan olahraga, prioritas utamanya tetap ke sana,” jelasnya.
Terkait pengelolaan teknis, Dispora Kaltim membuka opsi kemitraan dengan pihak ketiga yang memiliki keahlian di bidang manajemen perhotelan.
Harapannya, kolaborasi ini mampu menghadirkan sistem operasional yang lebih efisien dan berorientasi pada pelayanan jangka panjang.
“Kami mempertimbangkan keterlibatan operator eksternal untuk memastikan pengelolaan hotel ini tidak stagnan dan memiliki arah bisnis yang terukur,” tambah Sri.
Kebijakan ini sejalan dengan strategi Pemprov Kaltim dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset publik melalui pendekatan yang adaptif dan berorientasi pada hasil.
Hotel Atlet diharapkan bisa menjadi contoh aset multifungsi yang tak hanya mendukung kegiatan olahraga, tetapi juga memperkuat sektor jasa dan pariwisata daerah. (Adv)