Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mendorong para guru olahraga di sekolah untuk aktif menjalin komunikasi dengan klub dan pengurus cabang olahraga (pengcab), sehingga proses pembinaan atlet muda dapat berjalan lebih terarah sejak bangku pendidikan dasar.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menilai bahwa guru olahraga merupakan pihak yang paling dekat dan paling awal berinteraksi dengan siswa dalam kegiatan olahraga, sehingga memiliki peluang besar untuk mengenali potensi anak sejak dini.
“Kalau soal pembinaan dari sekolah, menurut saya yang paling awal harus bergerak itu ya guru-guru olahraganya. Mereka yang setiap hari berhadapan langsung dengan siswa dan bisa melihat potensi,” ujar Rasman, Selasa (8/7/2025).
Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya pemutakhiran pengetahuan dan pemahaman para guru terhadap berbagai cabang olahraga, mengingat tidak semua guru memiliki latar belakang sebagai atlet atau pelatih.
“Tidak semua guru olahraga itu dulunya atlet. Banyak yang memang murni akademisi. Jadi perlu ada pemutakhiran pemahaman mereka terhadap cabang-cabang olahraga,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menyebut bahwa kolaborasi antara sekolah dan komunitas olahraga sangat diperlukan, agar pembinaan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut melalui jalur pembinaan formal yang tersedia di luar sekolah.
“Guru-guru olahraga harus rutin berkoordinasi dengan klub-klub atau pengurus cabor di sekitar mereka. Supaya mereka tahu jalur pembinaan yang tepat dan bisa memetakan potensi atlet dari sekolah,” tegas Rasman.
Ia juga menyayangkan apabila potensi atletik yang sudah terlihat di sekolah harus terabaikan hanya karena tidak adanya komunikasi atau kemitraan antara pihak sekolah dan pengurus olahraga setempat.
“Kalau gurunya tidak pernah berkomunikasi dengan klub atau pengcab, ya bagaimana mereka bisa tahu cara menjaring atau menyalurkan siswa berbakat ke jalur pembinaan yang tepat?” sambungnya.
Menurut Rasman, guru olahraga tidak cukup hanya berperan sebagai pengajar mata pelajaran jasmani, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan antara sekolah dengan dunia pembinaan olahraga profesional.
“Guru olahraga itu vital sekali. Mereka bisa jadi penghubung antara siswa yang punya bakat dengan jalur pembinaan lanjutan di klub atau pengcab,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa olahraga bukan semata-mata tentang kompetisi atau medali, tetapi juga berperan besar dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa. Karena itu, peran guru olahraga juga mencakup penanaman nilai-nilai positif seperti sportivitas, kerja sama, dan kedisiplinan.
“Semoga ke depan sinergi ini bisa berjalan lebih baik, sehingga kita bisa melahirkan lebih banyak atlet berbakat dari sekolah-sekolah di Kaltim,” tutupnya. (ADV)


