Samarinda — Menyambut agenda olahraga yang semakin padat, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) mengambil langkah strategis dengan memfokuskan persiapannya pada dua momentum penting: Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
POPDA yang akan digelar dalam waktu dekat menjadi titik awal penting dalam membangun dan menyaring bibit atlet pelajar. Sedangkan PON, sebagai ajang olahraga nasional, menjadi target prestasi utama yang terus dipersiapkan secara matang oleh Dispora Kaltim.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menegaskan bahwa kedua agenda tersebut saling melengkapi dalam rangka membentuk ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya memfokuskan energi pada PON sebagai puncak prestasi, tetapi juga serius memperkuat proses pembinaan di tingkat pelajar melalui POPDA. Hal ini penting untuk menjamin regenerasi atlet yang konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (21/6/2025).
Menurut Rasman, keberhasilan jangka panjang olahraga daerah bergantung pada kualitas pembinaan usia dini yang solid. POPDA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah strategis untuk menyeleksi dan mempersiapkan atlet muda yang kelak akan membawa nama Kaltim di kancah nasional maupun internasional.
“Dengan persiapan yang terintegrasi, mulai dari pembinaan di tingkat sekolah hingga kesiapan menghadapi PON, kami berharap dapat menciptakan sistem yang tidak hanya berfokus pada hasil sesaat, tetapi membangun fondasi prestasi jangka panjang,” tuturnya.
Langkah ini mencerminkan komitmen Dispora Kaltim untuk mengembangkan olahraga secara holistik, memadukan program pembinaan, seleksi ketat, dan penguatan mental serta fisik atlet muda.
Melalui strategi ini, Kaltim berambisi menempatkan diri sebagai salah satu provinsi yang konsisten mengukir prestasi di berbagai ajang olahraga nasional. (ADV)


