Petani Warga Bara Rasakan Manfaat Program Jagung di Lahan Eks Tambang

Loading

SANGATTA – Senyum para petani Desa Warga Bara terlihat mewarnai Telaga Batu Arang ketika deretan bibit jagung mulai ditanam di lahan yang dulunya hamparan eks tambang. Upaya membuka ruang ekonomi baru ini menjadi bagian dari program Industri Pertanian dan Pangan yang diluncurkan Polda Kaltim didukung seluruh jajaran Polres, termasuk Polres Kutim.

Lahan eks tambang milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) seluas 25 hektare kini menjadi sentra pertanian baru, yang dikelola empat kelompok tani dari Warga Bara. Keterlibatan warga menjadi bukti bahwa lahan pascatambang bukan sekadar kawasan rehabilitasi, tetapi juga peluang ekonomi jika dikelola dengan benar.

Kasatpol PP Kutim, Fata Hidayat, mewakili Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, menyebut pemanfaatan lahan ini selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan daerah. “Kolaborasi seperti ini menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan. Ini sejalan dengan upaya Pemkab Kutim membangun kemandirian masyarakat pascatambang,” ujarnya.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan, gerakan ini merupakan dukungan Polri terhadap agenda ketahanan pangan nasional dalam Astacita Presiden RI Prabowo Subianto. Kepolisian, katanya, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan dalam keberlanjutan ekonomi masyarakat. “Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari gerakan ketahanan pangan ini,” tegasnya.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menilai lahan eks tambang memiliki potensi besar jika dikelola secara kolaboratif. “Penanaman jagung ini menjadi langkah awal menunjukkan bahwa lahan pascatambang bisa kembali produktif,” ucapnya.

Manfaat nyata itu dirasakan para petani. Bu Erna, salah satu anggota kelompok tani, mengaku kini melihat harapan baru dari lahan yang dulunya tak tersentuh itu. “Dulu lahan ini dibiarkan saja. Sekarang kami bisa menanam dan mendapatkan tambahan penghasilan. Ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujarnya.

DTPHP Kutim juga memberikan dukungan berupa bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian modern. Dengan sinergi pemerintah, kepolisian, perusahaan, dan masyarakat tani, Kutim terus memperkuat diri sebagai daerah percontohan industri pangan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Berita Terkait

Most Popular