Samarinda — Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Salah satu langkah nyata yang tengah disiapkan adalah program perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga miskin.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa setiap unit rumah akan memperoleh bantuan renovasi hingga Rp20 juta.
Program ini, kata Rudy, merupakan bagian dari misi memperkuat hak dasar masyarakat atas tempat tinggal yang layak.
“Kami ingin memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan bermartabat,”ucap Rudy.
Dalam pelaksanaannya, Rudy telah meminta anggota legislatif di daerah untuk turut serta mengidentifikasi calon penerima manfaat dan lokasi prioritas.
Ia menekankan bahwa rumah yang layak tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga berperan penting dalam menunjang kualitas hidup, ketahanan sosial, dan tumbuh kembang generasi muda.
Gubernur Rudy juga menyerukan komitmen sektor swasta untuk ikut berperan dalam pembangunan sosial melalui pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sebagaimana telah diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
“Jika ada perusahaan, terutama yang mengelola sumber daya alam, tidak menjalankan kewajibannya dalam pemberdayaan masyarakat, sebaiknya mempertimbangkan kembali keberadaannya di daerah ini,”tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi nasional bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun Kalimantan Timur secara inklusif dan berkelanjutan.
(adv/diskominfokaltim).


