Samarinda – Analis Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, menjelaskan bahwa program-program kepemudaan yang digelar selama ini masih berada pada tahap pemberdayaan, bukan pelatihan teknis yang menghasilkan output konkret seperti wirausaha baru atau keterampilan siap pakai.
Langkah tersebut menurutnya dimaksudkan sebagai pijakan awal dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda sebelum masuk ke fase lanjutan pengembangan keterampilan.
“Sepanjang ini, kegiatan yang kami lakukan bukan dalam bentuk pelatihan yang menuntut hasil konkret setelahnya. Jadi memang bukan untuk melihat seberapa banyak peserta yang kemudian menjadi pengusaha, misalnya,” jelas Hasbar, Jumat (11/07/2025).
Harbar menyebut, kegiatan pemberdayaan lebih difokuskan pada penguatan mentalitas, motivasi, dan nilai-nilai positif sebagai fondasi penting sebelum pemuda didorong ke tahap pelatihan teknis. Ia membedakan bahwa pelatihan umumnya berorientasi pada hasil, sementara pemberdayaan bersifat membangun kesadaran.
“Kalau pelatihan itu jelas ada output-nya. Misalnya, berapa banyak peserta yang kemudian berhasil menerapkan keterampilan dan membuka usaha. Tapi kalau pemberdayaan, lebih kepada membentuk pola pikir dan memberikan pemahaman dasar,” ungkapnya.
Hasbar menjelaskan, pemilihan fokus ini bukan tanpa alasan. Dispora ingin memastikan bahwa para pemuda memiliki kesiapan batin dan mental sebelum memasuki ranah teknis atau praktik. Ia menggambarkan tahap ini sebagai bagian awal dari proses pembinaan yang berjenjang.
“Kalau diibaratkan dalam rentang nilai 1 sampai 10, maka kegiatan pemberdayaan itu ada di angka 1 sampai 5. Sedangkan pengembangan, seperti pelatihan dan program berbasis output, itu ada di level 5 sampai 6,” katanya.
Dalam konteks ini, Dispora bertindak sebagai pihak yang membentuk landasan awal, sementara pelatihan teknis seringkali menjadi bagian dari program instansi lain seperti dinas tenaga kerja, koperasi, maupun lembaga pendidikan dan pelatihan.
“Ibaratnya kami ini tahap pengantar. Kami membangun kesadaran dan motivasi dulu. Untuk pengembangan keterampilan dan bisnis, biasanya akan dilanjutkan oleh pihak lain seperti dinas tenaga kerja, koperasi, atau lembaga pelatihan,” terangnya.
Sebagai informasi, program-program pemberdayaan yang digagas Dispora mencakup seminar, diskusi, pelatihan karakter, dan kegiatan soft skills lainnya. Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan pemuda, dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas lokal di berbagai daerah.(ADV)


