
KALTIMNUSANTARA.COM-Sejak berjalan beberapa tahun lalu, kini Program satu desa satu hafidz sudah dirasakan manfaatnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah. Dalam berbagai kesempatan kegiatan safari subuh, jebolan dari program tersebut sudah ada yang menjadi imam di masjid.
“Manfaat positif dari program satu desa satu hafidz Quran sudah dirasakan oleh masyarakat dengan hadirnya para tahfiz di desa dan kelurahan. Mereka sudah mengisi kegiatan keagamaan sosial kemasyarakatan ataupun menjadi imam,” kata Edi Damansyah, Sabtu (25/3/2023).
Ia menyebutkan, program satu hafiz satu desa merupakan cita-cita pemerintah dalam mewujudkan generasi yang paham terhadap agama. Sekaligus implementasi visi misi Kutai Kartanegara yang Inovatif, Berdaya Saung dan Mandiri (Kukar Idaman). Yakni menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul dah berdaya saing.
Edi Damansyah berpesan, seluruh alumni untuk terus mengamalkan dan menjadi pengajar Al-Quran di wilayah desa atau kelurahan masing-masing. Karena ilmu yang didapatkan, semestinya disalurkan kepada orang lain.
“Alumni program 1 desa 1 hafidz Qur’an, ini senantiasa diharapkan Istiqomah,” pintanya mengakhiri. (ADV)