Proyek Pembangunan Kota Samarinda Tidak Sesuai Target, DPRD Menyoroti Kelambatan dan Dampak Sosial

KALTIMNUSANTARA.COM- Sejumlah proyek pembangunan di Kota Samarinda, seperti revitalisasi Pasar Pagi, GOR Segiri, pembangunan Terowongan, dan Teras Samarinda, tengah berjalan.

Namun, menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra, banyak dari proyek-proyek ini tidak mencapai target penyelesaian yang seharusnya rampung pada akhir 2023.

“Kita paham keinginan Wali Kota Samarinda untuk menyelesaikan proyek sebelum masa jabatannya berakhir, tapi saya menilai jika sejumlah proyek ini terkesan dipaksakan,” kata Samri Saputra (15/2/2024).

Selain masalah kelambatan, Samri juga menyoroti permasalahan yang terkait dengan pembangunan Pasar Pagi, dimana Pemerintah Kota Samarinda masih terkendala oleh masalah yang melibatkan 48 pemilik ruko dengan sertifikat hak milik (SHM), di Jalan Mas Tumenggung.

“Pembangunan harus memiliki perencanaan matang, termasuk dampak sosialnya. Jangan sampai program yang dijalankan hanya menghabiskan waktu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang muncul,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ia mengakui bahwa DPRD mendukung seluruh pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda, dengan tujuan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan mengubah wajah kota menjadi lebih baik.

“Saya cukup khawatir hasil akhir dari pembangunan menjadi kurang maksimal, karena pekerjaannya terburu-buru. Tapi kita berharap pemerintah menuntaskan masalah dan dampak yang terjadi agar tidak menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.(ADV).

Berita Terkait

Most Popular