
KALTIMNUSANTARA.COM- PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) terus memperkuat kesiapan infrastruktur pendukung pengembangan bisnis perusahaan melalui pembangunan Dermaga 11. Proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) fasilitas ini dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebagai kontraktor pelaksana, dengan durasi selama 570 hari kalender.
Direktur Pengembangan PKT, Mohamad Agung, mengatakan pembangunan Dermaga 11 merupakan bagian dari upaya perusahaan mempersiapkan infrastruktur pendukung pengembangan bisnis dan diversifikasi produk, khususnya pembangunan Pabrik Soda Ash. Selain itu, dermaga ini juga akan menunjang kelancaran operasional dan distribusi produk dari pabrik eksisting PKT.
Proyek ini diharapkan mampu memperkuat keandalan rantai pasok, meningkatkan efisiensi aktivitas kepelabuhanan, serta memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam mengelola arus logistik seiring pertumbuhan kebutuhan bisnis.
“Pengembangan bisnis harus didukung kesiapan infrastruktur yang memadai, termasuk fasilitas logistik dan kepelabuhanan. Pembangunan Dermaga 11 merupakan bagian dari upaya tersebut, terutama untuk memastikan kebutuhan distribusi produk dapat terakomodasi dengan baik,” ungkap Agung saat seremoni EPC Dermaga 11 di Batam, belum lama ini.
Dijelaskan Agung, Dermaga 11 direncanakan memiliki dimensi 160 x 40 meter, dengan kemampuan melayani kapal berkapasitas hingga 40.000 Deadweight Tonnage (DWT). Infrastruktur ini juga akan dilengkapi fasilitas material handling untuk mendukung proses pemuatan produk curah ke kapal secara efektif dan terintegrasi.
Fasilitas tersebut mencakup sistem conveyor dan mobile ship loader berkapasitas 1.100 ton per jam untuk proses pemuatan material ke kapal. Agung menyebut, ketersediaan infrastruktur kepelabuhanan yang memadai akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam mengatur pengiriman.
Pengelolaan arus logistik yang semakin baik juga dapat membantu perusahaan menyesuaikan kegiatan distribusi dengan kebutuhan operasional, ketersediaan fasilitas, serta perkembangan permintaan pasar.
“Penguatan fasilitas logistik menjadi faktor penting untuk mendukung keberlanjutan operasional, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi dinamika industri,” tandas Agung.
Agung menegaskan, pembangunan Dermaga 11 tidak semata berorientasi pada penambahan fasilitas fisik, tetapi juga merupakan investasi strategis untuk memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi peluang pertumbuhan bisnis. Terlebih, pengembangan Pabrik Soda Ash merupakan salah satu inisiatif diversifikasi produk PKT dalam menciptakan nilai tambah bagi industri dalam negeri.
“Untuk itu, kesiapan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan tersebut dapat terintegrasi dengan sistem operasional perusahaan secara menyeluruh,” kata Agung.
Terkait pelaksanaan proyek, PKT juga menekankan pentingnya pencapaian target pembangunan yang sejalan dengan standar mutu, pengendalian biaya, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap aspek keselamatan dan lingkungan.
Infrastruktur yang terintegrasi memungkinkan perusahaan mengoptimalkan keterhubungan antara fasilitas produksi dan distribusi, sehingga pengembangan bisnis dapat ditopang oleh sistem pendukung yang dirancang sesuai kebutuhan jangka panjang.
“Kami optimistis, dengan perencanaan matang dan kolaborasi seluruh pihak, Dermaga 11 akan menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk memperkuat kesiapan PKT agar semakin kompetitif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi bagi penguatan industri nasional,” tutup Agung. (*)