Rusmulyadi Ungkap Tantangan Keterlibatan Pemuda Disabilitas dalam Program Dispora Kaltim

Samarinda —Meski sudah banyak program dan fasilitas khusus untuk pemuda disabilitas, keterlibatan mereka dalam kegiatan kepemudaan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum maksimal.

Menurut Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Dispora Kaltim, Provinsi Kaltim sebenarnya punya kelebihan karena satu-satunya daerah yang membentuk Forum Pemuda Disabilitas Indonesia.

Namun, sayangnya, forum ini belum begitu aktif ikut serta dalam program-program Dispora.

“Kami sudah memfasilitasi keberadaan forum ini, dan selalu membuka kesempatan dengan jalur khusus untuk pemuda disabilitas. Tapi sejauh ini, partisipasinya masih kurang,” ujarnya, Senin (30/6/2025).

Selain itu, Dispora juga menyediakan jalur khusus dalam berbagai pelatihan dan program pengembangan pemuda, supaya aksesnya lebih ramah untuk pemuda disabilitas. Sayangnya, respons dari pengurus baru forum disabilitas belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.

“Kami sudah coba mengundang mereka, bahkan datang langsung, tapi belum ada respon yang memuaskan. Sepertinya ada jarak komunikasi yang belum terjalin,” jelas Rusmulyadi.

Rusmulyadi menduga, salah satu kendalanya adalah kurangnya kedekatan antara pengurus forum dengan pihak Dispora. Padahal, sudah ada surat keputusan resmi dan beberapa pertemuan yang pernah dilakukan, serta komunikasi rutin lewat WhatsApp.

“Kami tetap berharap mereka bisa lebih aktif lagi, karena kami selalu membuka ruang dan tidak pernah menutup akses,” katanya.

Sehingga, Dispora lebih memilih menunda program daripada mengalihkan kuota pemuda disabilitas ke peserta umum. Ini jadi bukti komitmen mereka terhadap inklusivitas.

Ke depan, Dispora berharap sinergi dengan organisasi disabilitas makin kuat, agar kesempatan dan ruang yang sudah disiapkan bisa dimanfaatkan lebih baik oleh pemuda disabilitas di Kaltim. (ADV)

Berita Terkait

Most Popular