
TENGGARONG – Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) milik Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kutai Kartanegara (Kukar) kini tidak lagi sekadar fasilitas teknis. Ia berkembang menjadi pusat inovasi sanitasi yang memadukan teknologi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui pengelolaan IPLT, Pemkab Kukar memperkuat infrastruktur sanitasi berbasis teknologi eco-friendly, yang mampu mengolah lumpur tinja menjadi produk ramah lingkungan seperti pupuk kompos dan air daur ulang. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi layanan publik yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Kami tidak hanya bicara soal pengangkutan dan pengolahan limbah. Kami ingin IPLT menjadi bagian dari siklus ekonomi dan lingkungan yang bermanfaat bagi warga,” ujar Plt Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, Rabu (2/4/2025).
Dalam proses operasionalnya, IPLT Kukar juga menggandeng masyarakat sekitar, terutama kelompok pemuda dan ibu rumah tangga, untuk terlibat dalam pengelolaan kompos hasil olahan lumpur tinja. Produk ini kemudian dipasarkan kembali sebagai pupuk organik, membuka peluang pendapatan baru bagi warga.
“Yang awalnya hanya limbah, sekarang bisa jadi produk bernilai ekonomi. Warga kami libatkan agar mereka juga mendapatkan manfaat langsung dari pengelolaan sanitasi ini,” tambah Aidil.
IPLT juga dilengkapi dengan sistem pemantauan digital yang memungkinkan proses pengolahan dilakukan secara lebih efisien dan minim pencemaran. Data produksi dan kualitas air hasil olahan dimonitor setiap hari, memastikan standar baku mutu lingkungan tetap terjaga.
Tak hanya itu, Disperkim juga membuka ruang kunjungan edukatif bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin memahami sistem pengelolaan sanitasi modern. Di sinilah IPLT bertransformasi menjadi “laboratorium hidup” yang memperkenalkan pentingnya sanitasi dan lingkungan bersih kepada generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa sanitasi bukan topik pinggiran. Justru ini menyangkut kesehatan dan masa depan bumi. Dan mereka harus jadi bagian dari gerakannya,” jelas Aidil.
Ke depan, Disperkim berencana memperluas jaringan IPLT ke kecamatan-kecamatan lain, terutama wilayah padat penduduk. Kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga lingkungan juga akan diperkuat, guna memastikan teknologi sanitasi modern bisa menjangkau lebih banyak warga.
Dengan perpaduan teknologi, edukasi, dan pemberdayaan lokal, IPLT Kukar bukan lagi sekadar fasilitas pengolahan limbah—ia telah menjadi simbol perubahan gaya hidup menuju masyarakat yang bersih, sehat, dan berdaya. (*).