TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar mulai menapaki arah pembangunan kota yang inklusif dan ramah gender.
Salah satu wujud konkret dari komitmen ini adalah peluncuran Ladies Parking, area parkir khusus perempuan yang kini hadir di kawasan Kelurahan Timbau, Tenggarong.
Program ini bukan sekadar soal parkir—ia menjadi simbol awal dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan berperspektif perempuan.
Ladies Parking merupakan langkah strategis dalam mengurangi rasa khawatir perempuan ketika harus beraktivitas di ruang terbuka, terutama saat malam hari atau di lokasi yang padat pengunjung.
“Kami ingin kota ini memberi rasa aman untuk semua. Ladies Parking adalah langkah kecil, tapi sangat berarti bagi banyak perempuan yang selama ini sering merasa tidak nyaman saat mencari tempat parkir,” ujar Juliana, Kasi Pengelolaan Perparkiran Dishub Kukar, Minggu (6/4/2025).
Kawasan Timbau dipilih sebagai lokasi uji coba karena merupakan pusat aktivitas ekonomi dan sosial yang banyak dikunjungi perempuan, terutama saat akhir pekan dan malam hari. Parkir khusus ini dilengkapi tanda visual mencolok dan lokasi yang strategis, dekat dengan area pertokoan dan kafe.
Menurut Juliana, inisiatif ini juga merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk membentuk wajah Tenggarong sebagai kota ramah gender, di mana kebijakan transportasi dan ruang publik mempertimbangkan kebutuhan semua lapisan masyarakat—perempuan, anak-anak, hingga penyandang disabilitas.
“Kota yang ramah gender bukan hanya soal fasilitas, tapi tentang bagaimana kita memposisikan semua warga punya hak yang sama untuk merasa aman dan dihargai,” tambahnya.
Dishub Kukar pun tak berhenti di Ladies Parking. Dalam rencana pengembangan ke depan, akan dihadirkan fasilitas serupa di titik-titik strategis lainnya, seperti Landmark Menara Tuah Himba, Pujasera Space, dan kawasan wisata lainnya.
Tak hanya itu, Dishub juga sedang mengkaji desain area parkir khusus penyandang disabilitas, dengan akses yang lebih ramah kursi roda dan pendampingan visual.
Program ini mendapat respons positif dari berbagai komunitas perempuan di Kukar, yang melihat langkah ini sebagai bentuk pengakuan terhadap hak-hak perempuan atas ruang publik yang aman dan nyaman.
“Kalau ini konsisten dijalankan dan diperluas, bukan tidak mungkin Tenggarong bisa jadi percontohan kota ramah gender di Kalimantan Timur,” ujar salah satu aktivis perempuan Kukar yang ikut dalam forum konsultasi publik Dishub.
Dengan dimulainya langkah konkret seperti Ladies Parking, Pemerintah Kukar memberi sinyal kuat bahwa kota ini siap tumbuh menjadi kota inklusif—di mana ruang publik didesain untuk semua, tanpa pengecualian.


