
Kutai Timur, kaltimnusantara.com – Pembahasan awal mengenai usulan multi year’s contract (MYC) untuk periode 2026–2028 kembali mengemuka dalam forum DPRD Kutai Timur. Anggota DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan, menilai tahap ini menjadi momentum penting untuk menguji kejelasan setiap rencana pembangunan yang diajukan pemerintah daerah.
Novel menegaskan bahwa usulan skema pembangunan tiga tahun tersebut belum bersifat final. Pemerintah, kata dia, baru menyampaikan rancangan awal yang masih membutuhkan masukan dari seluruh anggota dewan.
“Memang menurut usul pemerintah, itu akan kita selesaikan 3 tahun berturut-turut: 2026, 2027, 2028. Tapi ini baru sebatas usul, ya. Ini kan sebatas usul dari mereka,” ucapnya.
Ia menyebut, pemerintah daerah meminta pandangan dari seluruh legislator untuk memastikan rancangan MYC benar-benar mencakup kebutuhan prioritas di seluruh daerah pemilihan. Forum tersebut berlangsung cukup dinamis karena banyak anggota dewan yang mengusulkan program tambahan di luar dokumen MYC.
“Mereka minta pendapat dari seluruh anggota DPRD yang hadir. Dan saya kira tadi juga bagus, diskusinya menarik karena teman-teman DPR 40 orang mewakili 5 Dapil juga mengusulkan apa yang tidak ada dalam skema multi year’s contract,” ujar Novel.
Namun, ia mengingatkan agar setiap usulan yang muncul tidak langsung diasumsikan hilang dari perencanaan daerah. Beberapa program, terutama di bidang infrastruktur jalan, ternyata sudah masuk dalam skema tahun tunggal dan bukan MYC, sebagaimana penjelasan OPD terkait.
“Sebagian yang mereka usulkan itu masuk dalam, menurut informasi dari, misalnya, jalan Bina Marga. Nah mereka katakan itu ada, Pak, dalam skema tahun tunggal. Nah, tapi kan ini harus dicek baik-baik. Jangan sampai nanti kata orang cuma janji, ternyata tahun depan enggak ada,” katanya.
Novel menilai kehati-hatian diperlukan agar tidak ada program yang digembar-gemborkan di forum tetapi justru tidak muncul dalam dokumen anggaran akhir. Menurutnya, transparansi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Ia menegaskan bahwa semua pihak perlu menjaga integritas proses pembahasan serta memastikan program yang diusulkan benar-benar sesuai kebutuhan daerah.
“Makanya kita harap semua punya niat yang baik,” tutupnya.
Rangkaian pembahasan MYC diperkirakan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. DPRD Kutim menargetkan seluruh rencana pembangunan jangka panjang dapat tersaring secara objektif sebelum masuk ke tahap finalisasi anggaran tahun-tahun mendatang.
(Adv)