Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, melihat potensi besar yang dimiliki Kabupaten Kutai Barat dalam mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan di wilayah Kaltim.
Menurutnya, lahan produktif yang tersebar di daerah tersebut perlu dioptimalkan secara terstruktur demi menunjang swasembada pangan di masa mendatang.
Salah satu titik perhatian Wagub Seno adalah lahan percontohan teknologi pertanian seluas lima hektare yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan pertanian lokal.
Ia menganjurkan agar lahan tersebut tidak dialihfungsikan, melainkan dikembangkan menjadi kawasan agro edukatif dan wisata yang memiliki nilai tambah ekonomi dan edukasi.
“Saya menyarankan agar lahan ini tetap dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai pusat agro edukasi yang berkelanjutan. Dengan begitu, bisa menjadi contoh pertanian modern sekaligus menarik wisatawan,”ujar Wagub Seno pada Minggu (29/6/2025).
Lebih jauh, ia juga menyinggung data potensi lahan pertanian di Kutai Barat yang mencapai 113 ribu hektare, namun hanya sekitar 3 ribu hektare yang saat ini aktif digarap.
Pemerintah menargetkan peningkatan lahan aktif hingga 11 ribu hektare pada tahun 2026 sebagai bagian dari program swasembada beras.
“Jika seluruh wilayah berkomitmen dan bergerak secara terpadu, saya yakin target swasembada beras pada 2026 bisa tercapai. Ini adalah cita-cita besar yang patut diperjuangkan bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Seno juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas petani, untuk membangun kekuatan kolektif dalam memperkuat sektor pertanian.
“Upaya kemandirian pangan harus melibatkan semua pihak. Kita memerlukan dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta adopsi teknologi yang tepat guna,”pungkasnya.
(adv/diskominfokaltim).


