Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam program Jumat Bersih di lingkungan Rukun Tetangga (RT). Program ini, menurutnya, bukan hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita jadikan Jumat Bersih sebagai gerakan bersama demi mewujudkan Bontang yang sehat, rapi, dan nyaman,” ujar Neni saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1447 Hijriah di Masjid Terapung Darul Irsyad Al Muhajirin, Kampung Selambai, Loktuan, Jumat malam (5/9/2025).
Di hadapan warga dan tokoh masyarakat, Neni juga mengimbau pentingnya menjaga kondusivitas kota, khususnya menjelang tahun politik. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, lebih mengutamakan dialog dengan pemerintah, dan meneladani empat sifat utama Rasulullah: Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan berbagai capaian dan program strategis Pemkot Bontang. Beberapa di antaranya adalah Pemasangan 10.553 sambungan rumah jaringan gas (jargas) gratis, Kenaikan insentif bagi guru ngaji, kader posyandu, ketua RT dan perangkatnya, serta Pemberian bonus penghargaan bagi peserta MTQ asal Bontang.
Selain itu, pada tahun 2026 mendatang, Pemkot Bontang menyiapkan bantuan sosial sebesar Rp300 ribu per bulan bagi warga kurang mampu, termasuk lansia, penyandang disabilitas, serta janda atau duda tidak mampu.
Meski menghadapi tantangan akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer ke Daerah (TKD) hingga 50 persen, Neni menegaskan bahwa pembangunan kota tetap berjalan. Fokus utama diarahkan pada penanganan banjir, pembangunan infrastruktur, serta rencana pembangunan Teras Selambai pada 2026.
Sementara itu, Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, yang turut hadir sebagai penceramah, mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan wujud cinta umat Islam kepada Rasulullah saw. Ia mengajak umat Islam untuk menjaga persatuan, tidak terpecah oleh perbedaan politik, dan memperkuat ekonomi melalui kolaborasi berbasis umat, seperti koperasi.
“Dengan ukhuwah dan kolaborasi, kita bisa membangun kekuatan ekonomi umat. Mari jadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Acara peringatan Maulid Nabi ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), pejabat pemerintah, anggota DPRD Kota Bontang, tokoh agama, dan masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, menjadi momentum penguatan iman, persatuan, dan kebersamaan warga Bontang. (*)


