Wali Kota Bontang Ingin Tahun Ini Pengelolaan Sampah Dimulai Dari Rumah Tangga

BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menginginkan pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah tangga warga.

Gagasan merdeka sampah dicanangkan agar mengelola atau mendaur ulang limbah rumah tangga bisa digalakkan.

Saat ini pengelolaan sampah di Bontang masih berkisar diangka 25 persen. Walhasil sampah yang memumpuk itu harus dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Diketahui, perhari saat ini TPA menerima sampah dari rumah tangga, industri dan lainnya mencapai 80 ton. Kondisi ini pun memprihatinkan. Ditambah lagi TPA Bontng mulai over load.

“Merdeka sampah wajib dilakukan. Meski tidak mudah tapi harus bisa,” ucap Neni Moernaeni.

Lebih lanjut Neni beberkan cara mengurangi volume sàmpah. Pertama membuang hanya sampah residu ke TPA.

Sampah organik diolah di masing-masing bank sampah setiap kelurahan. Penggunaannya bisa dijadikan magot, pupuk, dan olahan hasil lain yang bernolai ekonomis.

Mulai mencari vormula dalam mendaur ulang sampah plastik. Populaai sampah plàstik cukup mengkhawatirkan. Apalagi penggunaannya masih menjadi pilihàn utama bagi pelaku usahà.

Langkah selanjutnya dengan melakukan sedekah sampah. Ke depan Pemkot Bontang akan menaruh tempat pilah di fasilitas publik, sekolah, kantor, dan tempat wisata.

“Langkah ini dinilai efektif. Selama pelaksanaan juga akan dipantau oleh OPD terkait,” sambungnya.

Berita Terkait

Most Popular