Wali Kota Bontang Kenakan Baju Adat Dayak di HUT RI ke 80

BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moernaeni beserta wakilnya Agus Haris mengenakan baju adat dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 pada Minggu (17/8/2025).

Neni Moernaeni mengenakan baju adat asal Dayak. Sementara Agus Haris mengenakan baju adat asal Mandar Sulawesi Barat.

Penggunaan bàju adat ini juga diikuti oleh 25 Anggota DPRD serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan pemerintahan Kota Bontang.

Neni Moernaeni mengatakan, lenggunaan baju adat ini merupakan simbol menjaga keutuhan keberagaman. Terutama di Bontang ini banyak dihuni masyarakat mukti etnis serta budaya dan agama.

Upacara bendera masih sedang berlangsung ditengah kondisi hujan. Bahkan para masyarakat yang turut hadir juga tetap bertahan untuk melihat proses pengibaran bendera pusaka.

“Ini bentuk keberagaman. Kemudian ada instruksi juha dari Pemerintah Pusat. Saya pilih Baju Adat Dayak” Ucàp Neni.

Diketahui, 4 putra dan putri dari Petugas Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bontang pada Minggu (17/8/2025).

Untuk pembawa baki bernama Naisya Vidya Al Safira Putri asal sekolah SMA Negeri 1 Bontang. Perempuan lahir di Bontang, 1 November 2008. Anak dari pasangan suami Oki Bayuning surya Hadi Saputra dan isterinya Fitri Lestari.

Untuk Komandan Kelompok dipimpin oleh Ahmad Azka Syaifullah lahir di Bontang 5 April 2007 bersekolah di MAN Bontang. Anak dari pasangan suami Ali Mustofa dan ibu Salawati.

Untuk penggerek bendera diisi oleh Vhiego Fauzan Damba, lahir di Bontang 28 September 2008 asal sekolah SMK Negeri 2. Anak dari pasangan suami Jmy Damba dan isteri Trisna Indra Purnamasari

Untik pembentang bendera Muhammad Shadra Shiraz lahir di Bontang 28 Februari 2009. Asal sekolah MAN Bontang. Anak dari pasangan suami Taqiuddin dan sang ibu Fitrina Ayupli.

Berita Terkait

Most Popular